Akibat Kemarau Panjang, Petani di Kota Tasik Mulai Resah

Akibat Kemarau Panjang, Petani di Kota Tasik Mulai Resah

Emak Koko, Warga Penderita Kusta Mendapat Kunjungan dan Bantuan Dari Camat Tawang
300 Laskar Al Mumtaz Tasikmalaya Memastikan Berangkat ke Reuni Akbar Alumni 212
Kali Pertama Camat Gelar Apel Besar Bersama Ketua RT/RW se-Kecamatan Tawang

Jabarzone.com, Tasikmalaya – Kemarau yang sudah menginjak hampir beberapa bulan belakangan ini memang membuat resah para petani khusunya di Kota Tasikmalaya.

Mereka terancam gagal panen, apalagi yang posisi lahan pertaniannya di atas saluran air.

Menurut salah seorang Penyuluh pertanian Asep Safrulah AMD yang bertugas di wilayah binaan Kelurahan Karikil Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya mengatakan, saat ini memang wilayah binaannya sudah terancam kekeringan, karena debit air irigasi yang biasa mengaliri lahan pertanian mereka mulai menyusut sampai tak ada air sedikitpun.

“Sekarang sudah lebih dari 15 hektar lahan pertanian terancam gagal panen. Para petani hanya bisa pasrah dan berharap curah hujan segera mengairi lahan persawahan mereka”, ungkap Asep kepada Jabarzone.com, Kamis (30/8/2018) pagi tadi.

Dikatakan Asep, dirinya sudah menghimbau pada para petani agar lahan pertanian terutama sawah yang memerlukan air banyak untuk segera di alih fungsikan menjadi lahan palawija seperti jagung, kacang kacangan yang membutuhkan air lebih sedikit dan mengurangi resiko gagal panen.

Sementara itu,  salah seorang petani, Maman (55) warga kampung Munjul kelurahan Karikil kota Tasikmalaya yang memiliki lahan pertanian sawah 1 hektar ini mengaku khawatir dengan padinya yang sudah menginjak usia 60 hari.

“Di usia segini memang padi sedang memerlukan air banyak, sedangkan air irigasinya sudah mengecil, hujan tidak ada, jadi saya mengkhawatirkan perkembangan padi di masa panen nanti,” keluh Maman kepada Jabarzone.com.

Dari pantauan dilapangan saat ini, para penyuluh pertanian dari Dinas Pertanian Kota Tasikmalaya sedang berusaha mencari solusi untuk menerapkan pola tanam yang selama ini biasa dilakukan para petani selama satu tahun dengan tanaman padi – padi – padi di rubah menjadi padi – padi – palawija.

Jurnalis : Engkos

Editor : Tono Efendi

COMMENTS