Akibat Pembangunan Proyek Drainase, Warga Keluhkan Tumpukan Brangkal Bekas Galian

Akibat Pembangunan Proyek Drainase, Warga Keluhkan Tumpukan Brangkal Bekas Galian

Pemborong Bandel dan Konsultan Tak Profesional mending di Backlist !
Faktor Utilitas dan Cuaca, Penyebab Pekerjaan Gorong Gorong di Kota Tasik Terhambat
Pengerjaan Revitalisasi Drainase Kota Tasik Dikeluhkan Warga Karena Bikin Macet

Jabarzone.com, Kota Tasikmalaya- Saat ini hampir disetiap sudut Kota Tasikmalaya terdapat beberapa titik pekerjaan rehabilitasi drainase alias gorong gorong.

Namun sayangnya dibeberapa titik pekerjaan tadi, masih terlihat tumpukan dan sisa Brangkal serta bahan material dibiarkan menumpuk di bahu jalan jalan. Hal ini tentunya sangat menganggu aktifitas warga khususnya bagi pengguna jalan raya, termasuk bagi para pemilik rumah yang kebetulan halamannya terkena dampak dari pekerjaan tersebut.

“Bukannya kami tak mendukung program pemerintah dalam memperbaiki insfratruktur namun alangkah baiknya pihak pemborong sebelum mengerjakan pekerjaan nya kulonuwun kepada pemilik rumah yang kebetulan halamannya depannya terkena galian,” keluh H.Asep Heri Kusmayadi kepada jabarzone.com, Rabu (31/10/2018) sore tadi.

Advokat dan pengacara itu mengaku kecewa, pasalnya halaman depan rumahnya “ujug-ujug” digali oleh pekerja yang akan membuat drainase tanpa “kulonuwun” terlebih dahulu kepada pemilik rumah.

Bahkan pihaknya sampai harus memberikan upah kepada pekerja untuk mengangkut gundukan tanah didepan rumahnya agar tidak terlihat kumuh dan acak acakan.

“Seharusnya ini kewajiban pemborong tapi mengapa malah warga yang jadi ketempuhan, harusnya pemborong jangan cuma mencari keuntungan saja tapi tolong perhatikan warga yang terkena dampak, da bahasa mah te meli ieu atuh,” ujar H.Asep yang juga Ketua RW 10 RT.04 Perum PDK Cikunten Indah Jl.Winaya Utama RT.04/10 Kahuripan Kec.Tawang Kota Tasikmalaya.

Hal senada diungkapkan oleh Damara Azis yang juga mengeluhkan sikap pemborong yang dinilai seenaknya asal menggali tanpa memiliki etika.

“Dimana mana proyek galian drainase tanpa kulo nuwun, tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Jadi  warga tidak tahu menahu ujug-ujug ada proyek penggalian, terlebih ketika penggalian itu memakan lahan punya warga,  tidak ada etika sama sekali, sekalipun itu hak preogatif pemerintah tetaplah harus ada etika yang santun sehingga tidak ada warga yang komplen,” ujarnya dengan nada kecewa.

Pantauan Jabarzone.com dilapangan, terlihat beberapa proyek drainase alias gorong gorong di sudut Kota Tasikmalaya, nampak sekali tumpukan bekas galian dan Brangkal hingga bahan material menumpuk dibahu jalan. Bahkan beberapa alat adukan seperti molen dibiarkan disimpan dibahu jalan setiap hari. Dan ini tentunya akan mempersempit ruas jalan sehingga kemacetan memanjang kini sulit dihindari.

“Seharusnya pihak pemborong harus memiliki lahan untuk menyimpan bahan material atau tumpukan Brangkal terlebih dahulu, atau minimal setelah dikerjakan sisa bahan galian dan Brangkal serta alat proyek segera dibersihkan dan dipindahkan  kembali agar tidak menumpuk dibahu jalan,” ucap Ujang warga Tuguraja yang juga pengguna jalan kepada wartawan.

Pemandangan semrawut ini dapat dilihat di wilayah  Jl.Nagarawangi, Jl.Paseh, Jl.Veteran, Jl.Cikalang Girang Kota Tasikmalaya.

Plt Kadis PUPR H.Adang Mulyana  saat Jabarzone.com memintai tanggapannya terkait hal tersebut dikantornya , Rabu (31/10/2018) sore tidak berada ditempat, begitu pula dengan Kabid Jalan dan Jembatan.

Jurnalis : Tono Efendi

COMMENTS