Antisipasi Kecelakaan Diperlintasan Kereta Api, Polisi Pasang Imbauan

Antisipasi Kecelakaan Diperlintasan Kereta Api, Polisi Pasang Imbauan

Selama Sebulan, 11 Tersangka Pelaku Narkoba Berhasil Diamankan Polres Purwakarta
Bawa 4 Paket Ganja, Seorang Pemuda Warga Nagri Tengah Purwakarta Diamankan Polisi
Hari Bhayangkara ke -72, Polres Purwakarta Gelar Baksos Khitanan Massal

Jabarzone.com, Purwakarta -Mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas khususnya di perlintasan kereta api, Rabu (18/5/2019), Satuan Lalulintas Polres Purwakarta, memasang spanduk imbauan hati-hati.

Spanduk berisi himbauan ini dipasang di setiap titik rawan kecelakan sekitar 50 meter sebelum perlintasan kereta api di wilayah Kecamatan Sukatani, dan Bungursari Kabupaten Purwakarta.

Kasat Lantas Polres Purwakarta AKP Ricki Adi Saputra melalui Kanit Laka lantas Polres Purwakarta Iptu Asep Kusmana mengatakan, pemasangan spanduk imbauan ini ditujukan untuk mencegah kecelakaan lalu lintas yang terjadi di perlintasan kereta api tak berpalang pengaman.

Kanit Laka lantas Polres Purwakarta Iptu Asep Kusmana.

“Yang belum ada palang pintu kita prioritaskan untuk di pasang spanduk sekitar 50 meter sebelum lintasan. Ini dimaksudkan akan terlihat pengendaran saat akan melintas di perlintasan rel kereta api,” kata Iptu Asep Kusmana, Sabtu (18/5/2019).

Kanit Laka Lantas menjelaskan,  berdasarkan data yang didapat terdapat di 2 Kecamatan 1 diantaranya di wilayah Kecamatan Kota Purwakarta banyak titik perlintasan kereta api di tidak berpalang pintu.

“Di dua wilayah tersebut, hanya beberapa perlintasan yang berpalang pintu. Kami berharap ada perhatian dari pemerintah untuk segera memasang palang pintu di perlintasan yang belum berpalang,” katanya.

Sementara itu, menurut salah satu petugas palang pintu diperlintasan Kereta Api di wilayah Kampung Sukamaju Kelurahan Cisereuh Kecamatan Purwakarta Kabupaten Purwakarta, jejen (49), mengatakan sebetulnya PT KAI melarang adanya perlintasan yang dilewati kendaraan. Karena dalam peta PT KAI, perlintasan hanya boleh dilalui oleh pejalan kaki.

“Terus terang saja saya menjadi penjaga palang pintu sudah belasan taun itu juga silih berganti dengan warga lainnya. Karena dengan pekerjaan mulia ini dapat membantu kepbutuhan rumah tangga juga dapat membantu keselamatan warga yang melintas ,” ucapnya.

Namun, jejen berharap kepada masinis kereta api, setiap melewati tikungan atau pun sebelum melintasi gang perlintasan harus membunyikan kelakson. “Palang pintu yang saya jaga persis di belokan atau tikungan rel kereta. Tapi untungnya, saya suka diberikan jadwal kereta melintas, dan setiap hari besar seperti tahun baru dan hari raya idul fitri, pihak PT KAI suka memberikan bingkisan,” ucapnya. (Deni)

COMMENTS