Antisipasi Tanggul Jebol Jasa Tirta II Jatiluhur Tejunkan Tim Inspeksi

Antisipasi Tanggul Jebol Jasa Tirta II Jatiluhur Tejunkan Tim Inspeksi

Kartu E-Toll Unik Versi Sat Lantas Polres Purwakarta Dibagikan Pada Pengendara di Getol Sadang Dan Jatiluhur
PJT II Jatiluhur Purwakarta Jadi Tuan Rumah TKRN PMI
Soal Harga Pakan Naik, Peternak Lele Curhat Pada Sandiaga Uno di Indramayu

Jabarzone.com, Subang – Jasa Tirta II Jatiluhur, terjunkan tim gabungan untuk menginspeksi saluran irigasi, yang membentang ke Bendung Leuwi Nangka, yang berada di wilayah Kampung Warasan, Kelurahan Dangdeur, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang. Kamis (16/5/2019).

Diketahui, Bendung tersebut merupakan konstruksi vital dalam pengaturan air untuk kepentingan pertanian.

Direktur Utama Jasa Tirta II, U Saefudin Noer, mengatakan, tim yang diterjunkan itu merupakan gabungan dari Jasa Tirta II dan BBWS Citarum.

Bendung Leuwi Nangka ini pengelolaannya ada di Jasa Tirta II, sedangkan, kewenangan pemeliharannya ada di BBWS Citarum.

“Di pergantian musim ini, inspeksi saluran air sangatlah penting. jadi kami terjunkan tim gabungan inspeksi guna melakukan pengecekan dari kondisi bendung, hingga pintu-pintu airnya,” ujar Saefudin.

Lanjut Saefudin, menjelaskan, berdasarkan sejarah, usia Bendung Leuwi Nangka sangat tua, karena bendung tersebut dibangun pada tahun 1926, masa penjajahan Belanda.

“Dari tahun tesebut bendung baru direnovasi pada 2012, tetapi dengan kurun waktu dua tahun, tanggul tersebut jebol. Sehingga dibangun kembali bendung baru, selesai pada tahun 2016,” ujarnya

Menurutnya, sejak dibangunya kembalai Bendung Leuwi Nangka sudah mampu mengairi areal persawahan seluas 4.300 hektare dan sudah beroperasi dengan baik.

“Untuk mengantisipasi kejadian serupa pada tahun 2013 Kami akan lakukan pemeriksaan dan pemeliharaannya secara rutin. Supaya, jika ada titik-titik kerusakan bisa terpantau sejak dini,” katanya.

Sementara itu, irigasi yang dilayani dari Bendung Leuwi Nangka ini, kontribusinya cukup besar bagi pertanian di wilayah kabupaten Subang. Sebab, air yang dibagi di bendung ini, mampu mengairi sawah 4.300 Ha untuk dua kali musim tanam.

Sengaja di bulan ramadan ini, kami terjunkan tim inspeksi, karena hal tersebut akan menjadi spirit untuk semua pihak, seperti petugas di Jasa Tirta II maupun Petugas Operasi Bendung (POB) BBWS Citarum. “Jangan sampai, bulan puasa menyurut kinerja petugas untuk dalam memelihara fasilitas publik ini,” harapnya.

Bendung Leuwi Nangka ini merupakan salah satu konstruksi vital yang dikelola pihaknya. Secara umum, Jasa Tirta II yang merupakan pengelola Waduk Jatiluhur memiliki tanggung jawab dalam mengairi 240 ribu hektare areal persawahan, yang tersebar di lima wilayah.

Lima wilayah itu, yakni Purwakarta, Subang, Karawang, Bekasi dan sebagian Indramayu. Karena itu, ketersediaan air untuk dua musim, yaitu musim gadu (kemarau) dan musim rendeng (penghujan) harus tetap tersedia. Supaya, tidak ada konflik di tingkat petani yang berebut air.

“Jika diuangkan, air yang digelontorkan dari Waduk Jatiluhur berikut sumber mata air yang kami kelola untuk kepentingan irigasi (pertanian), mencapai Rp 13,86 triliun per tahunnya,” ujar Saefudin.

Sementara itu, General Manager Wilayah III Jasa Tirta II, Agus Suranto, mengatakan, sungai yang melintasi Bendung Leuwi Nangka ini dinamakan Sungai Ciasem. Sungai ini, merupakan salah satu aliran air terbesar yang ada di Kabupaten Subang. Karena itu, keberadaannya sangat penting. Terutama, bagi petani.

“Memasuki musim kemarau ini, kami di wilayah III selalu berupaya untuk menyediakan air sesuai kebutuhan petani. Supaya tidak berebut, maka kita berlakukan sistem gilir giring. Airnya digilir sesuai golongan, serta digiring supaya wilayah paling hilir tetap kebagian,” ucapnya.

Laporan : Deni Ramdani 

Editor : Pandu

COMMENTS