Batik Nusantara akan Sebarkan Misi  Perdamaian

Batik Nusantara akan Sebarkan Misi  Perdamaian

Begini Cara Tampil Telanjang Didepan Suami yang Bikin Hubungan Pasutri Tambah Bergairah
Ratna Listy Beberkan Rahasia Awet Muda
Waspada Impotensi di usia 30 tahun

Jabarzone, Jakarta – Setelah Presiden Joko Widodo mencontreng canting di atas  kain mori sepanjang 74 meter di stasiun MRT Bundaran HI pada 1 Agustus 2019, hari ini pencontrengan dilanjutkan oleh Yayasan Tjanting Nusantara, mewakili masyarakat umum. Selanjutnya, kain batik tersebut akan di bawa keliling ke sentra-sentra batik di Indonesia untuk diselesaikan pewarnaannya dalam 12 bulan ke depan.

“Hari ini kami melanjutkan pencontreng batik ini. Kain sepanjang 74 meter sebagai wujud Indonesia merdeka ini akan dibawa keliling ke sentra-sentra batik di Indonesia untuk diberi pewarna alami. Diantaranya  ke Cirebon, Pekalongan, Solo, Yogya, Klungkung Bali, Lasem, Madura, Jambi.,” kata  Ketua Dewan Pengawas Pheo Hutabarat di Jakarta, Jumat, 2 Agustus 2019.

Terinspirasi semangat pidato visi Indonesia yang diucapkan oleh Presiden Jokowi pada 14 Juli 2019, sekaranglah saatnya bersama untuk bersatu dan membangkitkan budaya Indonesia di kancah internasional. Momen penorehan canting dan terciptanya wujud kain batik Garuda Nusantara bukan saja mengawali serangkaian HUT Kemerekaan RI ke-47 tahun 2019, melainkan juga bertepatan dengan dua momentum penting yang terjadi di 2019.

Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Jokowi mencontreng batik Nusantara pada 1 Agustus 2019, menandai bulan kemerdekaan Indonesia yang ke 74 di stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta.

Pertama, pada 2019, adalah momen perayaan 10 tahun diberikannya pengakuan batik oleh PBB untuk Pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan atau Unesco. Sepuluh tahun lalu, pada 2009 Unesco memberikan pengakuan batik adalah warisan budaya dunia tak benda (masterpiece of the oral and the intangible heritage of humanity).

“Pengakuan ini harus dipertahankan  melalui kegiatan-kegiatan nyata agar batik tetap diakui UNESCO,” kata Pheo.

Pada 2019, Indonesia juga terpilih sebagai anggota Dewan Keamanan PBB. Bersama 14 anggota Dewan Keamanan, Indonesia berperan dalam proses perumusan kebijakan guna menjaga perdamaian dunia.

“Dengan demikian, kain batik  tulis bolak-balik dengan beragam motif antara lain motif Gurdo, Sekar Jagad, Parang, dan Kawung akan merepresentasikan perdamaian,” kata Pheo.

Batik  tulis bulak-balik yang akan diberi pewarna alami oleh para perajin batik di Indonesia  ini akan diselesaikan dalam tempo 12 bulan. “Nantinya batik ini menjadi mahakarya batik nusantra dan menjadi icon dari gerakan masyarakat Indonesia untuk menciptakan Batik Perdamaian Dunia,” kata Ketua Umum Yayasan TBN Bonny Widjoseno.

Ia  mengakui sejak  tahun lalu pihaknya mewakili masyarakat umum sudah merumuskan  dan terus menggerakan ide batik nusantara hingga akhirnya batik Garuda Nusantara ini dicontreng untuk pertama kalinya oleh Presiden Jokowi.

Menurut dia, batik perdamaian ini merupakan inisiasi gerakan kultural yang menempatkan batik sebagai symbol dan wujud komitmen masyarakat Indonesia untuk ikut serta menjaga perdamaian dunia. kelak kain  batik ini, akan keliling dunia sebagai wujud untuk memviralkan batik Indonesia, tapi tahap awal kita keliling  Indonesia dulu. “Tujuannya,  batik perdamaian ini  harus mendunia, sehingga bisa menginspirasi generasi muda untuk terus melestarikan batik sebagai penjaga perdamaian dunia,” ujarnya. (B.Pahlawan)

COMMENTS