Buntut Dana Hibah Rp1,7 Miliar, Kadin Jabar Copot Dua Wakil Ketua

Buntut Dana Hibah Rp1,7 Miliar, Kadin Jabar Copot Dua Wakil Ketua

Antisipasi Tanggul Jebol Jasa Tirta II Jatiluhur Tejunkan Tim Inspeksi
Maknai Hari Pahlawan dengan Membangun Negeri
Aher Ajak Investor Percantik  Geopark Ciletuh-Palabuhanratu

Jabarzone, Bandung – Ketua Umum Kadin Jabar Tatan Pria Sudjana mencopot dua wakil ketua umum Kadin Jabar paska terungkapnya dana hibah Rp1,7 Miliar.  Mereka adalah Dony Mulyana Kurnia, Wakil Ketua Umum Bidang Lingkungan Hidup & CSR Kadin Jabar  dan Jahja B. Soenarjo, Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan Kadin Jabar masa bakti 2019-2024.

SK pemberhentian Dony ditanda-tangani oleh Ketum Kadin Tatan Pria Sudjana pada  5 Desember 2019, sedangkan SK Pemberhentian Jahja tertanggal  1 November 2019.  Tidak ada penjelasan kesalahan apa yang dibuat oleh dua pimpinan teras di organisasi pengusaha itu, sehingga keduanya dicopot dari jabatannya.

Dony menganggap, SK pemberhentian terhadap dirinya tidak sah dan tidak sesuai dengan AD/ART Kadin. Karena ia diangkat oleh Ketua Umum Kadin Pusat Rosan Perkasa Roeslani, bukan oleh Ketua Kadin Daerah Jabar.

Ia juga mempertanyakan apa alasan pemecatan tersebut sebab selama ia mengabdikan diri di Kadin, ia mengaku tidak pernah melakukan perbuatan tercela yang memuat nama baik Kadin buruk.

Malah, kata Dony, selama ini ia  membina petani kopi Jawa Barat dan ikut memasarkan kopi tersebut dengan membangun Pasar Kopi di Banceuy Bandung. Karena Pasar Kopi itu dinilai sebagai pasar kopi yang turut serta memberdayakan petani kopi di Jawa Barat, maka pada  23 Agustus 2019, Dony diganjar  penghargaan Rekor Prestasi Indonesia.

Dony Mulyana, Wakil Ketua Bidang Lingkungan Hidup dan CSR Kadin Jabar  diberhentikan dari jabatannya oleh Ketum Kadin Jabar.  Foto: Istimewa

“Untuk pembinaan petani kopi, saya pakai kocek sendiri, katanya kas Kadin tidak ada. Tidak ada anggaran, wakil ketua bidang nol rupiah, ” kata Dony.

Meski tak ada anggaran, Dony tetap  loyal, melaksanakan tugas-tugas sesuai bidangnya di lingkungan hidup. Seperti membina petani kopi dan membangun pasar kopi untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Terkait dana hibah Rp1,7 Miliar yang diterima Kadin dari Pemprov Jabar, Dony baru tahu dalam dua hari terakhir ini.  Diakui Dony, ia dan koleganya Jahja, termasuk orang yang vokal bersuara untuk memajukan Kadin.

“Apa karena dianggap mengganggu, lalu saya disingkirkan. Harusnya kalau ada kesalahan ditegur dulu, diberi SP 1,2, dan 3, pemberhentiannya  direkomendasikan ke pusat. Ini tiba-tiba diberhentikan,” kata Dony.

Oleh karena itu, Dony ingin merehabilitasi nama baiknya, dengan mengirimkan  surat resmi pengaduan kepada Ketua Umum Kadin Pusat. “Ketua Umum Pusat harus tahu persoalannya. Seharusnya organisasi besar seperti Kadin punya mekanisme yang baik dalam mengatasi berbagai persoalan, tidak seperti ini,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Jabar Tatan Pria Sudjana yang dihubungi melalui wa sejak pagi hingga sore hari ini belum dapat dikonfirmasi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kadin Jabar mendapat gelontoran dana hibah Rp1,7 Miliar pada awal November 2019. Pada awal November itu pula, sebanyak empat atau lima  anggota Kadin, termasuk Ketum Kadin Jabar, Tatan Pria Sudjana melakukan perjalanan ke Korea dan Jepang.  Kegiatan tersebut menyertai kunjungan kerja Gubernur Jabar Ridwan Kamil ke Negeri Gingseng dan Negeri Sakura.

Ketua Kadin Jabar, Tatan Pria Sudjana saat melakukan perjalanan ke Korea-Jepang menyertai kunjungan kerja Gubernur Jabar Ridwan Kamil awal November 2019. Foto: Istimewa

Pengamat ekonomi yang enggan disebutkan namanya menilai, pemberian dana hibah ke Kadin Jabar tidak tepat, di saat masyarakat Jawa Barat  masih banyak yang didera kemiskinan. Apalagi Kabupaten Bandung saat ini dilanda banjir dan ribuan orang mengungsi akibat musibah tersebut.

Penulis: Enisa

Foto: Istimewa

 

 

COMMENTS