Calon Bupati Maman: Pekerja Nggak Boleh Terpinggirkan

Calon Bupati Maman: Pekerja Nggak Boleh Terpinggirkan

Bos Perusahaan Kabur ke Negara Asal, Ribuan Buruh PT Dada Indonesia Demo Tuntut Upah dan Pesangon
Ratusan Anggota FSPMI Unras Ke Pemda Purwakarta Agar Lakukan Kajian Terkait UMSK Tahun 2018
Dedi Mulyadi Tawarkan Solusi Terhadap Buruh Korban PHK di Purwakarta

Jabarzone.com, Majalengka – Angin segar bagi para buruh dihembuskan oleh kandidat Bupati Majalengka Maman Imanulhaq. Calon bupati dengan nomor urut 1 itu menegaskan, jika terpilih dirinya akan memperhatikan masalah perburuhan mulai dari soal upah yang ideal, jaminan sosial sampai penghapusan sistem outsourcing.

“Saya akan menjadikan SPSI sebagai mitra strategis untuk membela hak-hak buruh”, ujar calon bupati yang mengusung tagline MAJU itu saat hadir dalam pelantikan pengurus SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) cabang Majalengka, di Majalengka, Minggu 4 Maret 2018.

Kang Maman, sapaan akrab Maman Imanulhaq merupakan satu satunya kandidat bupati Majelengka yang hadir dalam acara itu. Menurut pihak panitia, dua calon bupati lain yakni Karna dan Sanwasi juga diundang, tapi tak datang.

Kang Maman menegaskan, membela hak-hak pekerja adalah bagian dari komitmen pemerintahnya nanti.

Ia menyebut soal upah yang ideal, jaminan sosial, penghapusan outsourcing, pengawasan perburuhan, dan peradilan perburuhan akan menjadi program prioritas.

“Intinya kaum pekerja nggak boleh terpinggirkan. Hak haknya harus diberikan,” ujar dia.

Ketua SPSI Majakengka, Muhammad Basyir, mengapresiasi kehadiran Kang Maman.

“Secara pribadi KH Maman, H Karna dan Pak Sanwasi saya undang . Namun yang hadir hanya KH Maman,” katanya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Irwan Suryanto, dalam sambutannya juga menyinggung soal ketidakhadiran Karna Sobahi dan Sanwasi.

“Semua calon bupati diundang yang datang hanya Kang Maman. Memang kang Maman yg konsen memperjuangkan nasib buruh,” ujarnya. (*)

COMMENTS