Dari Hasil Olah TKP, Polisi Belum Ada Kesimpulan Penyebab Kecelakaan Maut Tol Purbaleunyi

Dari Hasil Olah TKP, Polisi Belum Ada Kesimpulan Penyebab Kecelakaan Maut Tol Purbaleunyi

Ngeri, Dua Nyawa Remaja Melayang Setelah Terjatuh dari Motor  dan Terlindas Mini Bus
Sejumlah Korban Luka dan Meninggal Kecelakaan Maut Tol Purbaleunyi Mulai Diambil Keluarga
Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Tanjakan Emen Bertambah Jadi 27 Orang

Olah TKP Kecelakaan Maut Di KM 91.400 Tol Purbaleunyi Berlangsung 2 Jam

Jabarzone.com, Purwakarta – Selama 2 jam tim gabungan dari Korlantas Mabes Polri, menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan maut yang terjadi di ruas Tol Purbaleunyi KM 91.400.

Tim gabungan tersebut diantaranya dari Korlantas Mabes Polri, Polda Jabar, Polres Purwakarta, Jasa Marga, Dinas Purhubungan (Dishub), dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), tengah melakukan meneliti secara detail titik -titik lokasi kecelakaan maut yang melibatkan 20 unit kendaraan.

Dilokasi olah TKP, Kasat Lantas Polres Purwakarta AKP Ricky Adi Pratama mengatakan, tim Traffic Acciden Analysis dari Korlantas Mabes Polri, melaksanakan pengukuran radius kecelakaan sepanjang 400 meter dari mulai KM 91.600, hingga KM 91.200.

“Tim Traffic Accident Analysis merekam peristiwa yang sebenarnya, menggunakan alat perekam Scan, termasuk memposisikan kendaraan yang terlibat kecelakaan dan termasuk yang terbakar, menggunakan mobil pengganti dari mobil yang terbakar,” ujarnya. Selasa (3/9/2019).

Dijelaskannya, olah TKP ini melibatkan beberapa unsur terkait, selain dari Polres Purwakarta, juga dari tim gabungan Korlantas Mabes Polri. “Hasil dari olah TKP, sampai saat ini masih belum bisa menyimpulkan penyebab utama dari kecelakaan maut tersebut,” katanya.

Sementara itu, menurut AKP Ricky, untuk memerlancar proses olah TKP diruas tol Purbaleunyi KM 91.400, dari arah Bandung menuju Jakarta, pihak Kepolisian memberlakukan sistem Contra Flow, untuk kendaraan dari arah Bandung menuju Jakarta.

“Akibat dari contra flow ini, arus kendaraan dari arah Jakarta menuju Bandung sementara mengalami penyempitan,” ucapnya. (Deni)

COMMENTS