Diwarnai Lempar Botol, Audiensi LAKPMAD dengan DPRD Kota Tasik Ricuh

Diwarnai Lempar Botol, Audiensi LAKPMAD dengan DPRD Kota Tasik Ricuh

KNPI Jabar Mengajak Pemuda untuk Tidak Golput
Sekda Jabar Buka Jambore Remaja Masjid WADA ke-4 Se-Priangan Timur
Road Show Sosial GM FKPPI PC 1012 Kab.Tasik Disambut Positif Sejumlah Sekolah

Jabarzone.com, Tasikmalaya – Molornya jadwal audiensi antara Lembaga Kajian Pemuda Masyarakat Development (LAKPMAD) dengan pihak DPRD Kota Tasikmalaya di Ruang Banggar, Jumat (30/11/2018) memicu kericuhan.

Sesuai surat resmi dari DPRD Kota Tasikmalaya yang ditandatangani oleh Ketua Agus Wahyudin, audiensi dilaksanakan Jumat 30 November 2018, pukul 09.00 Wib sampai dengan selesai di DPRD Kota Tasikmalaya. Namun, pihak DPRD yakni Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Jeni Jayusman, Heri Ahmadi dan Anang Sapa’at (yang sudah menunggu terlebih dahulu di ruang audiensi) baru menemui Habib Hasby Noor dkk sekitar pukul 10.30 Wib.

“Surat audiensi saya ajukan minggu kemarin dan mendapat surat tanggapan dari DPRD bahwa audiensi dilaksanakan hari Jumat, hari ini pukul 09.00 Wib. Ya kami menunggu lama disini dari jam 9, mereka hadir sekitar jam 10.30. Waktu mepet karena kami harus shalat Jumat,” tutur Direktur LAKPMA Development Habib Hasby Noor.

Karena waktu yang tidak memungkinkan untuk membahas “Perselingkuhan Jalan Lingkar Utara”, Habib mengurungkan audiensi dilanjutkan dan meminta pihak DPRD untuk re-schedule.

“Selain itu, DPRD terkesan tidak serius karena tidak dapat menghadirkan Walikota, Sekda, Bappeda, Keuangan, PUPR, Kejaksaan dan BPN,” tandas Habib.

Saat menentukan re-schedule audiensi terjadi perdebatan sengit antara massa aksi (Habib Hasby Noor, Iwan Restiawan, Dadi Abidarda) dengan Jeni Jayusman. Masing-masing pihak bersikukuh dengan hari yang diinginkan, gebrakan meja pun terjadi. Saat itulah, Habib Hasby Noor dan Jeni Jayusman berdebat sengit dan tiba-tiba Habib melemparkan botol gelas air mineral ke arah Jeni, beruntung tidak mengenai sasaran.

Saat suasana memanas, massa aksi langsung walk out meninggalkan ruang Banggar. “Kalau memang tidak direspon, kami akan datang dengan volume keras dengan massa aksi lebih banyak lagi,” tegas Habib. (wi)

COMMENTS