Duh, Bantuan DAK 2017 untuk SD di wilayah Salopa diduga Disunat ?

Duh, Bantuan DAK 2017 untuk SD di wilayah Salopa diduga Disunat ?

Hadiri HUT PPNI Ke 44, Ini Pesan Plt Bupati Tasikmalaya
FPK-P Desak Kejaksaan Periksa Dugaan Penyimpangan DAK SD 2018 di Jatiwaras
Kadis DPMDPAKB Kab.Tasik: Penyaluran Dana Desa Harus Jelas dan Tepat Sasaran

Jabarzone.com, Kab.Tasikmalaya- Bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2017 untuk Sekolah Dasar diwilayah UPTD Kec.Salopa Kabupaten Tasikmalaya, diduga Disunat. Padahal dana bantuan tersebut semestinya digunakan seluruhnya untuk pemugaran sekolah dan membangun ruang lokal baru.

Dari data yang dihimpun Jabarzone.com, wilayah UPTD Salopa ini terdapat 29 Sekolah Dasar. Pada DAK 2017 lalu, sejumlah SD mendapat bantuan per sekolah sebesar Rp.174 juta. Diantara sekolah sekolah yang mendapat bantuan tadi diantaranya SD Pawitra, SD Kawitan dan SD Bagjanegara.

“Silahkan aja sama bapak di cek ke lapangan, rasanya seluruh SD pada tahun 2017 di Salopa mendapat bantuan DAK,” ungkap salah satu sumber yang minta jati dirinya tidak disebutkan kepada Jabarzone.com.

Seperti yang terjadi pada SD Pawitra, yang ketika itu masih dijabat Kepsek nya oleh AA. Dimana masih kata sumber tadi, Kepsek AA menitipkan uang Rp.40 juta kepada komite sekolah nya, untuk dibagi bagi diserahkan kepada Kepala UPTD Salopa, K3S, PGRI dan Dinas Pendidikan.

“Sebetulnya saat itu masih ada beberapa SD yang menerima bantuan DAK, jadi silahkan saja bapak kalikan sendiri, jika bantuan tersebut disunat dibagi bagi, berapa ratus juta uang yang dikumpulkan sebagai dana upeti itu,” ucap sumber tadi yang masih berstatus PNS di Pemkab Tasikmalaya.

Sementara itu AA saat dikonfirmasi Jabarzone.com melalui telepon selularnya, Kamis (1/3/2018) menampik tudingan tadi. “Sudah tidak ada masalah lagi, saya sudah pindah dan tidak menjabat di SD Pawitra, itumah Isyu dan Hoax,” tangkis AA, dengan nada kurang bersahabat,  sebelum menutup teleponnya sempat menantang wartawan untuk memberitakannya.

Terpisah Kepala UPTD Pendidikan Kec.Salopa, Koswara saat ditemui di kantornya Sabtu (3/3/2018) siang tadi, memanggil beberapa rekan kerjanya seperti Ketua PGRI Salopa dan mantan Kepsek SD Pawitra  AA.  Mengingat saat tahun 2017, Koswara belum menjabat Kepala UPTD Salopa.

“Jadi setelah dikumpulkan, atas dasar pengakuan AA, tuduhan tuduhan tadi tidak benar, namun atas nama UPTD dan pribadi, kami mengucapkan permohonan maaf kepada wartawan, atas ucapan bernada menantang saat dikonfirmasi via telepon,” ujar Koswara.

Sementara itu, pengamat dunia pendidikan Tasikmalaya, Asep Budi Parjaman mengaku prihatin atas sikap oknum Kepsek AA yang menantang wartawan.

“Seharusnya seorang pejabat kepala sekolah tidak seharusnya bersikap demikian, dimana etika dan sikap santun seorang pendidik, kok malah emosi ditanya wartawan, kalau memang tuduhan tadi tidak benar, ya tinggal jelaskan saja,  ini kan praduga tak bersalah, jangan seperti kebakaran jenggot dia, wartawan mah teu di tantang ge pasti bakal nulis da tos kewajibanna,” ujar Asep yang juga aktivis dari Forum Pemerhati Kebijakan Publik (FPKP) Tasikmalaya kepada Jabarzone.

Permasalahan ini, masih kata Asep,  harus dijadikan bahan evaluasi dan koreksi baik bagi Dinas Pendidikan, terutama bagi pihak penegak hukum di Kabupaten Tasikmalaya, untuk menelusuri kebenaran kabar yang mencoreng dunia pendidikan jika hal ini betul betul terjadi, pungkasnya.

Jurnalis : Ade R/Tono

COMMENTS