Japati Solusi Nyata Bagi Petani Millenial

Japati Solusi Nyata Bagi Petani Millenial

Wagub Jabar Resmi Membuka Festival Kabizza 2018
Wagub Uu Ajak Anak Muda Jabar Untuk Aktif di PMI
Kafilah MTQ Kab.Tasikmalaya Siap Torehkan Prestasi di Ajang Tingkat Jabar di Sukabumi

Jabarzone.com, Purwakarta – Tidak sedikit pemuda millenial saat ini meninggalkan dunia pertanian untuk beralih profesi dari dunia pertanian ke bidang usaha lainnya seperti industri.

Padahal menekuni bidang pertanian memberikan harapan yang cerah bagi masyarakat, seperti halnya yang dilakukan oleh para pemuda yang tergabung dalam Jaringan Pemuda Tani (Japati) yang ada di Kabupaten Purwakarta dan Karawang. Para pemuda tersebut berhasil mengembangkan pertanian padi.

Pembina Japati yang juga anggota DPRD Provinsi Jawa Barat fraksi PKS Ir.H Abdul Hadi Wijaya mengatakan, dirinya mendapat tugas untuk mencari solusi terhadap permasalahan disektor pertanian, terutama keberadaan petani millenial.

Menurutnya para petani muda asal Kabupaten Karawang dan Purwakarta  memiliki potensi besar di bidang pertanian. Dengan adanya wadah Japati dapat memberikan harapan baru bagi para petani muda untuk terus berkembang dengan produktifitas yang baik.

“Allhamdulilah japati ini, bukan hanya di Karawang dan Purwakarta saja tetapi meluas hingga Jawa Barat. Saat ini japati mampu memproduksi beras dengan kwalitas baik,” ujar Abdul Hadi, Selasa (25/9/2018) usai Deklarasi Gerakan Petani Millenial Japati di Hotel Harper Purwakarta.

Hadi mengakui, untuk turut meningkatkan gairah para petani yang tergabung dalam Japati, beras yang dihasilkan dibeli oleh anggota PKS untuk keperluan Zakat Fitrah pada bulan Ramadhan 2018 ini.

“Kami menegaskan kepada anggota untuk membeli beras Japati ini.Total yang dibeli lebih dari 85 ton atau seharga 1 milyar,” ujar Hadi.

Sementara itu, menurut ketua Japati Jawa Barat Dani Mulyana, siapapun bisa tergabung menjadi anggota Japati, asalkan ada kemauan dan kerja keras, bisa menjadi petani yang berhasil.

Lanjut dia, Japati dapat merubah persepsi negatif masyarakat terutama pemuda terhadap bidang pertanian, menjadi persepsi positif dengan konsep agri bisnis. Japati membuka jaringan baru dengan cara menjembatani antara petani dengan pasar.

“Silahkan yang mau bergabung, asal saja peduli dengan dunia pertanian. Mari kita menjadi petani yang maju dan berhasil,” ucap Dani.

Jurnalis : Demi Ramdani

COMMENTS