Jokowi Alih Profesi Jadi Wartawan

Jokowi Alih Profesi Jadi Wartawan

Sang Gerilyawan Jokowi Hadir Bukan Hanya Untuk Menangkan Pilpres
Begini Ekspresi Ribuan Relawan Pro -Jokowi Saat Ikuti Pengundian Nomor Urut Capres Nanti
Deddy Mizwar dan Mantan Gubermnur Kaltim Awang Faroek Bawa Gerbongnya Dukung Jokowi  

Jabarzone.com, Padang – Pada HPN pagi hari ini, saya minta satu saja wartawan maju ke depan. Tunjuk jari dulu yg pengen kedepan. Yang pengen maju banyak sekali, bingung saya.

Loh ini wartawan senior ini, saya‎ pengen yg yunior yg datang senior, gpp silahkan. Silahkan dikenalkan dulu pak.

Wartawan Surabaya : Nama, saya Muhammad Yusri Nur ‎Raja Agam.

Jkw : Muhammad Yusri Nur Raja Agam, waduh ada rajanya juga ini.

Yusri : wartawan di surabaya baru 40 tahun.

Jkw : berarti anak buahnya pakde karwo

Yusri : baik bapak saudara wartawan, apa yang mau ditanyakan?

Jkw : Saya gak berani loh seperti itu kepada wartawan seperti itu, apa yang mau ditanyakan, keliatan yakin sekali, ini jdi presiden bagus sekali.

Jkw : gini‎ bapak kan punya menteri 34, menteri mana yang menurut bapak anggap paling penting?

Yusri : sebenarnya semua penting, tapi yang paling penting,

Jkw : ini politis banget (disambut tawa)

Yusri : menteri yang bisa presidennya nyaman.

Jkw : berarti menteri yang dianggap paling penting yang mana? To the poin aja pak? Bapak jangan muter-muter aja gitu, bapak tadi muter-muter, saya belum bisa nulis, belum nangkep.

Yusri : baik, menteri yang mengurusi wartawan.

Jkw : berarti yang anggap penting menteri?

Yusri : yang mengurusi wartawan

Jkw : menteri apa itu?

Yusri : kalau sekarang namanya kominfo,

Jkw : bapak anggap paling penting, kenapa?

Yusri : supaya informasi disampaikan mulai dari kota sampai ke desa, semua menerima informasi dan komunikasi. Termasuk informasi politik

Jkw : begini, blak-blakan saja, saya sering sekali kadang sebal, kadang jenggel, pertanyaan diawal itu enak-enak, sampai ke tengah ditanya yang sulit-sulit, nah sekrng saya tanya ke pak presiden, media apa yang paling menyebalkan, yang bapak sering jengkel. Jawab blak-blakan pak presiden,

Yusri : media abal-abal

Jkw : tdak ada dilikungan istana media abal-abal, ‎medianya resmi semuanya, tapi banyak yg menyebalkan, sampaikan apa adanya, yg mana pak? Entah TV, online, media cetak, yang mana? Bapak kan setiap hari diwawancarai di depan istana, bapak kan apal, wartawannya siapa-siapa, yang nanya itu terus-terus siapa.

Yusri : yang paling menyebalkan itu rakyat merdeka. (sambut tawa)

Jkw : pak presiden ini blak2an seperti perasaan saya. Sama persis. Kenapa bapak presiden, kenapa rakyat merdeka

Yusri : ya kalau rakyatnya merdeka kan pemimpinnya yg susah,

Jkw : pemimpinnya susah maksudnya gimana?

Yusri : kalau merdeka, semuanya dianggap merdeka, kan padahal aturan kemerdekaan.

Jkw : ya terimakasih pak Yusri, skr ganti lagi, presidennya saya. Saya berikan sepeda satu.

Saya senang sekali pak yusri tadi blak2an banget, langsung to the poin rakyat merdeka.

COMMENTS