Kadin Jabar Dapat Kucuran Dana Hibah dari Pemprov Jabar Rp1,7 Miliar

Kadin Jabar Dapat Kucuran Dana Hibah dari Pemprov Jabar Rp1,7 Miliar

Gubernur Aher: Pemimpin  Harus Jujur
Diplomasi Kopi, Strategi Gubernur Aher Buka Hubungan Kerjasama Luar Negeri
Pencetakan Wira Usaha Baru di Jabar Lewati Target

Jabarzone.com, Bandung – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Daerah Jawa Barat mendapat dana hibah Rp1,7 Miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada November 2019. Dana tersebut dipakai untuk perjalanan dinas ke Korea, Jepang, dan kegiataan pelatihan kewirausahaan.

Penggunaan dana hibah tersebut dinilai berbagai kalangan merupakan pemborosan anggaran karena tidak tepat sasaran. Kemiskinan dan musibah banjir tahunan yang tengah melanda Kabupaten Bandung seharusnya perlu penangangan segera, dibandingkan dengan memberi bantuan kepada organisasi yang notabene sudah kuat dan mandiri.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag) Jawa Barat M. Arifin Soendjayana menyatakan alasan Pemprov Jabar memberikan dana hibah ke Kadin pada Tahun Anggaran Perubahan 2019, karena Kadin tidak memiliki sumber pendapatan.

Dana yang diberikan itu, menurut Arifin,  bukan untuk Kadin, tetapi untuk pengembangan IKM dan UKM di Jabar, untuk melakukan promosi dengan membawa produk IKM ke luar negeri, dan berbagai kegiatan seperti loka karya kewirausahaan.

Proses penyaluran dana hibah itu berawal dari pengajuan permohonan dana hibah dari Kadin Jabar ke Pemprov. Nilainya lebih dari yang kemudian di acc. Permohonan dari Kadin diverifikasi, data itu diperiksa, lalu yang tidak masuk akal dicoret, sehingga angkanya menjadi Rp1,7 Miliar. Dana hibah tersebut diberikan setelah anggaran perubahan diketok palu pada Agustus 2019.

“Kita tidak mengarahkan uang untuk pengusaha besar, tapi bagaimana Kadin memberdayakan UKM/IKM Jabar,” kata Arifin kepada Jabarzone.com, Selasa, 10 Desember 2019.

Jelang tutup tahun 2019, Dinas Indag juga sedang menunggu laporan penggunaan dana hibah itu dari Kadin Jabar. Beberapa waktu lalu, inspektorat juga sudah datang dan melihat ada anggaran tersebut tertera dan ia meminta laporannya.

 

Dana Hibah Tertuang dalam NPHD

Pemberian dana hibah itu dituangkan dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Pemprov Jabar ke Kadin. Tentu naskah tersebut atas sepengetahuan  Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan di acc oleh Kadis Indag serta ditanda-tangani oleh Ketua Kadinda  Jabar,Tatan Pria Sudjana, sebagai penerima dana hibah.

Kadin Jabar menerima dana hibah Rp1,7 Milair pada November 2019. Dengan dana hibah tersebut Kadin melakukan perjalanan dinas ke Korea dan Jepang pada awal November 2019. Kegiatan itu berbarengan dengan agenda kunjungan kerja Gubernur Jabar Ridwan Kamil ke Negeri Gingseng dan Negeri Sakura.

Ketua Kadin Jabar, Tatan Pria Sudjana (duduk, kanan) saat melakukan perjalanan dinas ke Korea-Jepang bersama Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan rombongan awal November 2019. Foto: Istimewa

Jelang tutup tahun 2019, dana hibah itu juga digunakan Kadin Jabar  untuk menggelar  pelatihan eksport dan business matching kopi Jawa Barat di De Majestic Braga, Bandung pada 8-10 Desember 2019. Saat tulisan ini diturunkan, acara tersebut masih berlangsung.

Sementara itu, sumber Jabarzone menyayangkan, acara perjalanan  ke luar negeri dan pelatihan ekspor kopi itu hanya untuk menghambur-hamburkan uang APBD Jabar. Kadin sebagai Kamar Dagang Industri sebenarnya punya dana sendiri untuk menggerakan roda organisasinya. Antara lain dari iuran bulanan, tahunan dan dari sponsor.

Menurut dia, Kadin Jabar, sebagai organisasi yang mandiri dan berdaulat tak selayaknya  meminta dana hibah di saat kondisi masyarakat Jabar tersandera kemiskinan dan musibah banjir.  Sebagai pelaku usaha Jabar, Kadin selayaknya menjadi organisasi  mandiri yang berperan aktif dalam membangun ekonomi dan kesejahteraa masyarakatnya. Ia juga menyayangkan sikap  Pemprov Jabar yang menyalurkan dana hibah tersebut kepada organisasi yang mapan seperti Kadin.

Ketua Kadin Jabar Tatan Pria Sudjana mengakui menerima dana hibah dari Pemprov Jabar senilai Rp1,7 Miliar pada awal November. Dana itu digunakan untuk melakukan perjalanan dinas ke Korea – Jepang pada awal November 2019 dan juga mengembangkan produk unggulan dari kabupaten dan kota di Jawa Barat. “Kami ingin produk daerah bisa tembus pasar nasional dan internasional,” kata dia.

Baca juga Wawancara Jabarzone.com dengan Ketua Kadin Jabar Tatan Pria Sudjana.

Penulis: Enisa Djudira

Foto: Istimewa

COMMENTS