Kisah Tenaga Honorer Penjaga Sekolah, 26 Tahun Mengabdi Belum juga Diangkat PNS

Kisah Tenaga Honorer Penjaga Sekolah, 26 Tahun Mengabdi Belum juga Diangkat PNS

Kades Sukarasa Himbau Warganya Agar Waspada Terhadap Bahaya Longsor
Ketua GM FKPPI PC 1012 Kab. Tasik Tinjau Lokasi Bencana di Salawu
Wabup Ade Sugianto Jadi Irup Upacara HUT TNI Ke 73 Tingkat Kabupaten Tasikmalaya

Jabarzone.com, Tasikmalaya –  Badru (61) atau sering disebut mang Ubad begitulah anak anak menyebutnya. Salah seorang penjaga sekolah yang sudah 26 tahun mengabdikan dirinya di SDN Cikadongdong Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya.

Sebagai tenaga honorer atau sukwan memang penghasilannya tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarga kecilnya itu.

Untuk menutupi kebutuhannya, Badru juga menjadi tukang ojek , di sela waktu menunggu penumpang Badru tidak tinggal diam, dia juga mahir membuat kerajinan wayang berbagai macam karakter dari kayu dengan harapan bisa menambah penghasilannya.

“Da kumaha atuh pa seueur kaperyogian, sareng deui lapar mah teu tiasa di engke engkeun, ngantos ngantos di angkat janten PNS lami duka iraha sareng taun mana, padahal data data abdi tos lebet dina databes,” tutur Badru kepada Jabarzone.com, Jumat (31/8/2018) pagi tadi .

Memimpikan di angkat jadi seorang PNS memang harapannya sejak dulu.
Namun sampai saat ini juga belum ada kabar yang menggembirakan buatnya, padahal sudah beberapa kali dirinya dimintai data data atau berkas berkas dari dinas terkait.

Kerajinan tangan buatannya sudah tertata rapih di rumahnya, seperti wayang, patung dari tanah liat dan berbagai ukiran hiasan dinding lainnya. Namun Badru mengaku belum bisa memasarkannya karena waktu yang berbenturan dengan mengurus anak anak dan kebersihan sekolah.

“Eta ge aya anu sok meser ka bumi hiji dua mah,namung upami Kedah masarkeun abdi bingung da waktosna saalit,” ujarnya dengan dialek bahasa sundanya yang kental.

Badru dengan anak satu yang tinggal tak jauh dengan sekolahnya itu, hanya bisa bersabar dan berdo’a sambil menunggu penumpang dan dagangan hasil karyanya. Dia hanya bisa berharap besok atau lusa ada panggilan dari dinas terkait untuk menjadi seorang ASN.

Jurnalis : Engkos

Editor : Tono Efendi

COMMENTS