Komunitas Plastik untuk Kebaikan, Edukasi Sampah Botol Plastik Ditukar Sembako

Komunitas Plastik untuk Kebaikan, Edukasi Sampah Botol Plastik Ditukar Sembako

Produsen SKM Diminta Jujur Iklankan Produknya
RSUD Dr. Soekardjo menerima kunjungan Tim Survey Akreditasi Versi 2012
Bukan Diminum, Begini Cara Terbaik Konsumsi Cuka Apel

Jabarzone.com, Jakarta– Komunitas Plastik untuk Kebaikan meluncurkan Mobil Edukasi Pilah Sampah Plastik di kawasan Situ Gintung, Cirendeu, Tangerang Selatan, pada Minggu, 1 Desember 2019.  Mobil ini akan menerima sampah botol plastik  yang dapat ditukarkan dengan sembako.

Mobil edukasi pilah sampah   ini  di parkir di kawasan Waduk Gintung mulai pukul 06.00 hingga 09.30 WIB.  Sejatinya penukaran sembako hanya gimmick untuk membangun kesadaran dan budaya masyarakat untuk memilah sampah plastik terutama sampah botol kemasan.

“Sampah botol kemasan memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena  memiliki demand yang kuat  dari industri daur ulang plastik,”  kata Eni Saeni, Koordinator Komunitas Plastik untuk Kebaikan di Situ Gintung, Tangsel, Minggu, 1 Desember 2019.

Data Kementerian Perindustrian menyebutkan, kebutuhan baku industri daur ulang plastik sebanyak 913 ribu ton dipenuhi dari dalam negeri, sedangkan  320 ribu ton dari negara lain.  Adapun kebutuhan nasional, Indonesia memerlukan bahan baku plastik untuk produksi sebanyak 7,2 juta ton per tahun.

Sebanyak 2,3 juta ton bahan baku berupa virgin plastik lokal disuplai oleh industri Petrokimia di dalam negeri seperti PT Lotte Chemical dan PT Chandra Asri Petrochemical.

Eni berharap melalui kegiatan ini,  produsen dapat berkontribusi terhadap masalah sosial dan lingkungan yang ditimbulkan akibat produk mereka yang telah menjadi sampah. Salah satu caranya adalah  dengan  membangun demand terhadap sampah kemasan  untuk  menumbuhkan pasar plastik bekas non botol seperti sachet dan plastik-plastik kemasan lain.

“Selama ini, kebutuhan industri  yang tinggi baru pada plastik jenis PET (Polyethylene Terephthalate) yang bisa di daur ulang kembali menjadi plastik, ” kata Eni.

Melihat kebutuhan industri yang tinggi terhadap sampah botol PET, maka komunitas mengajak dan mengedukasi masyarakat memilah sampah plastik dari rumah untuk kemudian  ditukarkan dengan sembako di mobil edukasi pilah sampah ini.

Untuk tahap awal, mobil sembako keliling akan beroperasi di wilayah Tangerang Selatan. Selanjutnya mobil edukasi pilah sampah plastik  akan berkeliling,  mendatangi rumah warga di Jakarta, Depok, Bekasi, dan Bogor. Informasi tentang mobil edukasi pilah plastik dapat dilihat di akun fb: Plastikuntukkebaikan; IG Plastikuntukkebaikan; Twitter @plastikkebaikan.

Jika sebelumnya, masyarakat hanya mengenal sampah dibuang ke TPS lalu diangkut ke TPA, ke depan persoalan sampah selesai di rumah dengan cara dipilah. Sampah botol plastik atau kertas  dapat dijual, sedangkan sampah organik bisa dibuat pupuk.

“Paradigma baru yang harus dibangun adalah pilah, kumpulkan, jual, atau  tukarkan,  sedekahkan sampah plastik ke pemulung. Dengan melakukan tindakan kecil ini, kita semua telah ikut serta menyelamatkan bumi dari pencemaran lingkungan,” ujar Eni.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah Tangerang Selatan Toto Sudarto yang hadir pada acara ini melepas 80-an relawan Komunitas Plastik untuk Kebaikan  untuk memungut sampah di sepanjang Situ Gintung. Pelepasan dilakukan di gedung Pasca Sarjana UIN Pisangan, Tangsel.

Toto mengapresiasi gerakan ini karena mengajak masyarakat untuk menyelesaikan persoalan sampah dari rumah,  memilah sampah botol plastik dan menukarkan sampah tersebut dengan sembako.

“Mari kita mulai dari unit terkecil yaitu memilah sampah plastik, sampah botol plastik dan sampah organik dari rumah. Jangan campur sampah karena sampah yang dicampur tidak ada harganya. Kalau sampah yang dipilah bisa ditukar sembako,” kata Toto yang memberikan sampah plastik yang dikumpulkan dari rumah ke Komunitas.

Sebanyak 200 orang terlibat dalam kegiatan ini. Mereka adalah relawan yang tergabung dalam Komunikas Plastik untuk Kebaikan bersama beberapa komunitas seperti,  Gintung Lake Community,  Gempita (Gerakan Pecinta Alam Semesta),  KSE  (Karya Salemba Empat), K3SI  (Komunitas Sharing Seputar Sampah Indonesia),  POSBINDU  (Pos Pelayanan Terpadu untuk Lansia, dan Gila Bike dan masyarakat setempat.

Masyarakat juga terlihat antusias  menukarkan sampah botol plastik ke mobil Edukasi Pilah Sampah Plastik dengan sembako. Komunitas berhasil mengumpulkan satu mobil colt yang akan dijual ke pengepul.

“Uang hasil penjualan sampah botol plastik akan dibelikan sembako agar kegiatan ini bisa terus berlangsung. Mari  pilah sampah plastik Anda karena memiliki nilai ekonomi,” kata Eni.

Komunitas Plastik untuk Kebaikan yang dideklarasikan oleh para penggiat ini sebelumnya melakukan edukasi serupa  di Car Free Day, Jl. Thamrin Jakarta, pada 10 November 2019, bertepatan dengan hari Pahlawan. Saat deklarasi yang menjadi tonggak lahirnya komunitas ini, relawan penggiat lingkungan mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah botol plastik dan menukarkannya  dengan kantong belanja go green.

Kegiatan lainnya adalah menggelar diskusi publik tentang tata kelola sampah plastik yang menghadirkan pakar plastik dan industri daur ulang sebagai narasumber.

Penulis: Sae Djudira

 

COMMENTS