KSP Gelar Kampanye ‘Cegah Stunting’ di Cianjur

 KSP Gelar Kampanye ‘Cegah Stunting’ di Cianjur

Menkeu Sri Mulyani: Wartawan Pemegang Tongkat Estafet yang Mengabarkan Pembangunan Pemerintah
Menkominfo Rudiantara Ajak Pelajar dan Mahasiswa untuk segera Registrasi Kartu Prabayar
Besok,Sertijab Gubernur Jabar

Jabarzone.com, Canjur– Kantor Staf Presiden (KSP) menggelar kampanye ‘Pencegahan Stunting dan Pelatihan Duta Pencegahan Stunting’ di Gedung Assakinah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis dan Jumat, 8-9 November 2018.  Kegiatan itu dimaksudkan untuk mencegah merebaknya kasus stunting di Indonesia.

“Saya akan intensifkan kegiatan pendampingan kader posyandu di 10 desa prioritas pencegahan stunting,” kata Bupati Cianjur, Herman Suherman, saat membuka acara tersebut.

Diikuti  500 kader Posyandu Kabupaten  Cianjur acara itu diharakan menjadi contoh kegiatan pencegahan stunting di daerah lain. Stunting adalah kegagalan tumbuh secara  optimal karena bayi atau anak kekurangan gizi kronis pada seribu hari pertama kehidupannya sampai usia dua tahun.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya Ridwan Kamil,  turut memberikan motivasi pada para peserta  “Ada 9 juta anak masih memiliki tinggi badan yang belum maksimal pertumbuhanya,” ujarnya.

Ia juga memaparkan  penyebab stunting. “Bukan hanya kemiskinan yang menyebabkan adanya stunting, tapi kondisi psikologis juga berperan cukup banyak,” kata Atalia.

Tenaga Ahli Utama Kedeputian III Kantor Staf Presiden, Brian Sriprahastuti, menyatakan, acara itu bagian dari kampanye nasional yang dicanangkan Presiden Jokowi pada Rapat Terbatas Kabinet Kerja, 5 April 2018.  Ketika itu  Presiden Jokowi menekankan pentingnya peranan kader Posyandu sebagai garda terdepan pencegahan stunting.

“Stunting menjadi ancaman untuk pembangunan ekonomi dan kesejahteraan nasional,” kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, seperti dikutip Brian Sriprahastuti.

Hadir sebagai narasumber pada pelatihan ini pendiri Indonesia Heritage Foundation, Ratna Megawang, Ketua Pembina Sentra Laktasi Indonesia ,Utami Rusli dan Tenaga Ahli Utama Kedeputian III Kantor Staf Presiden Brian Sriprahastuti.

Selain bertujuan untuk mencetak duta pencegahan stunting, pelatihan ini juga merupakan kick-off Kerangka Kerja Bersama untuk Pencegahan Stunting yang diinisiasi oleh Kantor Staf Presiden dan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Kerangka ini menjadi kemitraan bersama antara Pemerintah, Sektor Swasta dan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) dalam upaya pencegahan stunting sesuai dengan poin ke-17 Sustainable Development Goals (SDG).(Eny)

 

 

COMMENTS