Lestarikan Bahasa Sunda melalui Media Sudong

Lestarikan Bahasa Sunda melalui Media Sudong

Purwakarta Alami Surplus, Dedi Mulyadi: Kami Belum Butuh Beras Impor
Kakek Pensiunan TNI  Ini Ditemukan Tewas, Mayatnya Mengambang di Sungai Sukatani
Manusia Tertua se-Kab. Purwakarta, Aki Sobandi: Berumur Panjang Adalah Keberuntungan

Jabarzone.com, Purwakarta- Sedikitnya 11.000 siswa SD dan SMP se-Kabupaten Purwakarta antusias menonton pertunjukan Sulap dan Dongeng (Sudong) yang digelar selama dua hari di GOR Purnawarman, Selasa-Rabu (16-17/1).

Sesuai namanya, Sudong merupakan pertunjukkan sulap yang dipadukan dengan dongeng dan Sastra Sunda. Sudong ini merupakan inovasi praktik Bahasa Sunda yang cukup menyeluruh dan disampaikan secara menarik kepada siswa. Sehingga siswa dapat dengan mudah mengerti dan memahami, bahkan ikut serta mempraktikkan Bahasa Sunda.

“Sudong berawal dari keprihatinan para pesulap dan pemerhati Bahasa Sunda terkait laporan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) tahun 2000. Disebutkan, Bahasa Sunda ada di peringkat ke-32 dalam jumlah pengguna. Dari sekitar 40 juta penduduk Jawa Barat, hanya 17 juta orang saja yang menggunakan bahasa Sunda,” ujar Penggagas Sulap jeung Dongeng (Sudong) yang juga Ketua Komunitas Sulap Bandung (KSB) Taufik Fathurrohman saat ditemui di GOR Purnawarman, Rabu (17/1).

Yang juga memprihatinkan, kata pria bertubuh tinggi besar itu, hanya 30 persen saja guru Bahasa Sunda yang benar-benar memiliki background dari Sastra Sunda. “Sementara 70 persenya adalah guru dari mata pelajaran lainnya yang ditugaskan menjadi guru Bahasa Sunda,” katanya.

Sehingga, kata Taufik, penyampaian mata pelajaran Bahasa Sunda hanya sebatas teori atau materi secara text book. “Padahal di dalam pelajaran Bahasa Sunda itu ada unsur sastra, tak melulu mempelajari tata bahasa,” ujarnya.

Melalui Sudong, timnya menampilkan pertunjukan sulap dan berbagai sastra Sunda. “Di antaranya, sisindiran, pupuh wawacan, musikalisasi puisi Sunda, tatarucingan, dan lainnya. Segala hal yang masuk dalam kurikulum mata pelajaran Sunda kami tampilkan secara langsung dan menarik,” katanya.

Sementara itu, Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Sunda SMP Kabupaten Purwakarta Agus Mulyana menyebutkan, di Kabupaten Purwakarta, dari 121 SMP reguler dan Satap, hanya 23 guru Bahasa Sunda yang memiliki background dari Sastra Sunda.

“Saya mengapresiasi antusias seluruh guru dan siswa yang hadir. Ini memberikan pengalaman berharga mempelajari Bahasa Sunda secara praktik. Selain menghadirkan para pesulap kawakan, Sudong juga mendatangkan penggiat Sastra Sunda seperti Godi Suwarna, Ferry Curtis, Kang Ayi, dan lainnya,” kata Agus.

Apa yang ditampilkan melalui Sudong tersebut, sambungnya, sesuai dengan kurikulum. “Total ada 11.700an guru dan pelajar yang hadir. Melihat antusias yang tinggi, ke depan MGMP Bahasa Sunda berencana membuat lingkung seni,” ucapnya. (Dego)

COMMENTS