M Nuh: Wartawan Jangan Meminta-Minta

M Nuh: Wartawan Jangan Meminta-Minta

Relawan Jokowi Minta Bawaslu Awasi Reuni 212
Ratusan Petugas KPPS Meninggal, Sandiaga Minta KPU Tidak Kejar Tayang
Janji Wujudkan Pemerintahan Bersih, Prabowo Minta Menterinya Tandatangani Pakta Integritas

Jabarzone.com, Banjarmasin – Ketua Dewan Pers, Mohammad Nuh, mengingatkan pers tidak meminta-minta kebaikan dari siapapun. Tapi sebaliknya memberi.

Sebab meminta-minta merupakan derajat dalam kehidupan yang paling rendah. Sebaliknya dengan memberi, berada di derajat tertinggi.

Wanti-wanti dikemukakan mantan Mendikbud era Presiden SBY itu di hadapan jurnalis seluruh Indonesia dalam acara syukuran atas suksesnya pelaksanaan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Gedung Mahligai Pancasila, Minggu (9/2/2020).

“Karena itu wartawan yang memilki kopetensi, karya jurnalistik yang disajikannya selain akan memberikan wawasan pengetahuan kepada masyarakat, gagasannya pun tak jarang menjadi prestasi,” jelasnya.

Prestasi, lanjut M Nuh, mempunyai nilai yang sangat kuat pada kecintaan dan memiliki. Oleh sebab itu apabila tidak memiliki prestasi, maka bisa lepas dan mendapat teguran (kritik). Itu lah fenomena kehidupan.

Dicontohkan M Nuh, omong kosong kalau mencintai tetapi diambil orang lain kita biarkan. Omong kosong juga ketika memiliki barang dan hilang, kita tidak merasa kehilangan.

Begitupun dengan profesi jurnalis, kuncinya adalah rasa mencintai dan memiliki. Meski rasa memiliki itu bisa turun dan tumbuh.

“Lalu bagaimana caranya agar rasa memiliki dan mencintai itu tetap ada. Rumusnya yaitu dengan mempunyai prestasi,” tandas M Nuh.

Menurut M Nuh, hidup itu ada tiga wilayah, yaitu logika (kebenaran), etika (kebaikan), estetika (keindahan). Kalau dalam kehidupan hanya melaksanakan satu dimensi, maka kehidupan tidak seimbang.

“Begitupun dalam dunia jurnalis, jangan menonjolkan salah satu saja,” imbuhnya.

Mengakhiri sambutannya, M Nuh menjelaskan hasil resume dalam Konvensi Nasional yang dihelat dalam rangkaian HPN 2020 tersebut.

Hasil konvensi itu, pers sepakat NKRI adalah final. Demokrasi adalah pilar kokoh di dalam NKRI. Sepakat media pers adalah pilar dari demokrasi.

Oleh sebab itu menurut ilmu logika, membangun pers sama dengan membangun demokrasi, membangun demokrasi sama dengan membangun negeri yang kita cintai.

Sesuatu yang wajib, hanya bisa sempurna dengan sesuatu yang diwajibkan pula. Begitupun memperjuangkan hak-hak, termasuk membangun sistem yang kondusif agar dunia media tumbuh berkembang sesuai hakekatnya, itu bagian dari tugas negara.

“Tetapi sayangnya, terkadang tugas negara ini dilarikan ke dunia pers. Kita tidak ingin meminta-minta kebaikan dari siapapun. Dunia pers tidak boleh meminta-minta,” pungkas M Nuh. (etw)

COMMENTS