Material dan Brangkal dibiarkan Numpuk, Ditegur Dinas, Pemborong Drainase Malah Cuek

Material dan Brangkal dibiarkan Numpuk, Ditegur Dinas, Pemborong Drainase Malah Cuek

Akibat Pembangunan Proyek Drainase, Warga Keluhkan Tumpukan Brangkal Bekas Galian
Pemborong Bandel dan Konsultan Tak Profesional mending di Backlist !
Pengerjaan Revitalisasi Drainase Kota Tasik Dikeluhkan Warga Karena Bikin Macet

Jabarzone.com, Tasikmalaya– Kegiatan proyek revitalisasi pelengkap Jalan Paseh atau drainase gorong-gorong di Jl.Paseh Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya dinilai sudah mengganggu ketertiban umum.

Proyek senilai Rp.787.148.000, yang dikerjakan CV. Fannisa Tanjung itu, hampir beberapa Minggu ini, menyisakan tumpukan brangkal dan material dan terkesan dibiarkan menumpuk. Bahkan alat pengaduk semen atau molen, dibiarkan begitu saja dipinggir jalan. Padahal sudah beberapakali pihak Dinas menegur si Pemborongnya, tapi terkesan cuek tidak mau mengindahkan.

Hal yang sama terjadi pula di Jl.Gn. Sabeulah. Gundukan brangkal sisa galian proyek gorong gorong dibiarkan dibahu jalan. Bahkan papan proyek pun tidak terlihat di lokasi pekerjaan.

Akibat galian tanah yang dibiarkan menumpuk di bahu jalan menyebabkan luas jalan raya menyempit. Kemacetan tak bisa dihindarkan setiap harinya.

Pantauan Jabarzone.com, Jumat (27/10/2017), sejumlah pengguna jalan tampak kesal atas pengerjaan proyek yang dinilai kurang profesional.

Bahkan, sejumlah pengemudi mobil kadang meneriakan para pekerja agar tanah kerukan langsung diangkut atau dibuang ke tempat pembuangan material tanah.

Keluhan tidak hanya dari pengguna jalan, namun juga para pedagang, khususnya pedagang. Sebab, tumpukan tanah tersebut disamping menyebabkan debu dan becek. Dampaknya, pelanggan enggan berhenti untuk makan. Apalagi dikawasan tersebut terdapat Rumah Sakit swasta yang mengakibatkan jaluar keluar masuk yang sifatnya emergncy jadi terganggu.

“Sejak ada proyek, penjualan saya menurun karena jalanan berdebu dan becek dan terhalangi brangkal dan bahan material yang numpuk, dan pembeli enggan mampir karena macet. Pekerja kurang profesional. Harusnya setelah tanah dikeruk, langsung dibuang. Supaya tak mengganggu ketertiban umum,” ujar seorang pedagang, yang minta jati dirinya tidak disebutkan.

Meski mengaku dirugikan, pedagang ini berterima kasih atas perbaikan tersebut. Sebab selama ini jalan tersebut selalu banjir ketika turun hujan. “Kami senang atas proyek ini, hanya saja kurang profesional dalam pengerjaannya,” tegasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun jabarzone.com, proyek tersebut merupakan tanggung jawab Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kota Tasikmalaya.

Kasie Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kota Tasikmalaya, Indra Risdianto, ST saat dihubungi Jabarzone.com melalui WhatsApp nya, mengaku sudah beberapa kali ini pemborongnya ditegur.

“Atas laporan temen temen media, sebetulnya sudah sering saya tegur pemborongnya, bahkan hari ini pun kami tegur kembali,” kata Indra Risdianto.

Jurnalis : Tono Efendi

COMMENTS