MUI Purwakarta Mendorong Polisi Lakukan Razia Narkoba di Tempat-Tempat Hiburan Malam

MUI Purwakarta Mendorong Polisi Lakukan Razia Narkoba di Tempat-Tempat Hiburan Malam

Fajar Maritim: Narkoba Strategi Asing Lemahkan Pemuda
Anev Kinerja SatRes Narkoba Polres Purwakarta, Target 1 Bulan Ungkap 8 Kasus
SatRes Narkoba Polres Purwakarta Dalam Satu Bulan Ringkus Belasan Tersangka Penyalahgunaan Narkotika

PURWAKARTA. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Purwakarta KH John Dien mendorong digelarnya razia yang dilakukan pihak berwajib terhadap tempat hiburan malam yang disinyalir kerap dijadikan tempat peredaran narkoba.

“Saya mengapresiasi Polres Purwakarta, khususnya Satuan Reserse Narkoba Polres Purwakarta yang kerap menggelar sosialisasi P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba),” ujar KH John Dien, Senin (5/11/2018).

Namun hal tersebut, menurutnya, harus dibarengi dengan langkah nyata. “Karena itu seyogyanya pihak berwenang segera menggelar razia ke berbagai tempat hiburan malam dan kos-kosan. Pasalnya, razia semacam itu sudah sangat jarang dilakukan. Terlebih saat ini semakin mendekati pergantian tahun,” katanya.

Di sisi lain, kata dia, jika ini dibiarkan, bukan tidak mungkin para penikmat barang haram tersebut semakin nyaman. “Dampaknya, narkoba akan semakin banyak memakan korban. Karena itu kami mengimbau dan memohon kepada pihak yang berwenang untuk segera dilakukan razia ke tempat-tempat hiburan malam,” ucapnya.

Ditemui terpisah, Kasat Reserse Narkoba Polres Purwakarta AKP Heri Nurcahyo mengakui jika pihaknya sudah merencanakan razia ke berbagai tempat hiburan dan kos-kosan.

“Kami gencar melakukan sosialisasi narkoba di berbagai tempat dengan sasaran dari berbagai kalangan masyarakat. Langkah nyata berupa ungkap kasus pun gencar kami lakukan,” kata Heri kepada koran ini saat ditemui di ruang kerjanya.

Namun memang, kata Heri, untuk menggelar razia ke berbagai tempat hiburan malam juga kos-kosan, memerlukan ketersediaan alat tes urine. Sementara pihaknya terbentur minimnya anggaran untuk menyediakan alat tersebut.

“Setiap razia ke tempat hiburan atau kosan itu disertai dengan tes urine. Nah, untuk melakukan tes urine tersebut diperlukan test kit yang membutuhkan biaya tidak sedikit,” kata Heri.

Pihaknya juga sudah mengajukan bantuan penyediaan test kit ke pihak pemda, namun hingga kini belum ada realisasinya.

“Kami selalu siap memerangi narkoba kapan pun di mana pun. Namun kami tidak bisa sendiri namun membutuhkan dukungan berbagai pihak. Mudah – mudahan bantuan tersebut bisa segera terealisasi dan kami bisa menggelar razia tempat hiburan dan kos-kosan dengan segera,” harapnya. (Dego)

COMMENTS