Pamsimas Diharapkan Dapat Meningkatkan Perilaku Masyarakat untuk Hidup Bersih dan Sehat

Pamsimas Diharapkan Dapat Meningkatkan Perilaku Masyarakat untuk Hidup Bersih dan Sehat

Bocah 9 Tahun Ditemukan Tewas Tenggelam di Sungai Cimanuk
Drainase Tersumbat,  Arus Lalin Jalan Ciledug Garut Terganggu Banjir
Akibat Hujan yang Turun Setiap Hari, Objek Wisata Situ Bagendit Sepi Pengunjung

Jabarzone.com, Garut – Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) merupakan salah satu sederetan pencapaian prestasi yang diraih oleh Pemerintah Kabupaten Garut, dimana Program ini dilaksanakan untuk wilayah perdesaan dan pinggiran kota.

Seperti dikatatakan Ketua Distric Consultant (DC) Kabupaten Garut, Lia Heryani Widia Sari, di Kabupaten Garut sendiri Program ini untuk meningkatkan jumlah fasilitas pada warga masyarakat yang kurang terlayani termasuk masyarakat berpendapatan rendah di wilayah perdesaan yang ada di Kabupaten Garut.

“Dengan Pamsimas diharapkan mereka dapat mengakses pelayanan air minum dan sanitasi yang berkelanjutan serta meningkatkan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Penerapan program ini dalam rangka mendukung pencapaian target Millennium Development Goals (MDGs) melalui pengarusutamaan dan perluasan pendekatan pembangunan berbasis masyarakat,” ujarnya pada wartawan, Sabtu (15/12).

Masih dikatakan  Lia, dalam tahapan ini, lelang Pamsimas dilakukan secara prosedur dan transparan. Misalnya pengadaan barang dan jasa seperti pengadaan pipa sudah sesuai dengan juknis pengadaan barang dan jasa tingkat masyarakat pada program Pamsimas III Tahun 2018.

“Misalnya ketika volume pipa oleh supplier tidak sesuai spect, maka ketika pipa datang dari kiriman supplier, akan dilakukan pengecekan oleh KKM dan Fasilitator untuk mengetahui jenis, label SNI dan volume pengadaan yang dituangkan dalam berita acara pemeriksaan dan penerimaan barang,” katanya

Adanya pengusaha yang meminjamkan dana incash, imbuh Lia, itu merupakan wujud swadaya murni masyarakat berupa iuran uang tunai, juga berupa swadaya tenaga kerja, dan itu dilaksanakan oleh Kelompok Kerja Masyarakat (KKM) di desa penerima manfaat kepada warga desa itu sendiri, bukan pinjaman dari pengusaha, tukas dia

“Dan para Fasilitator Masyarakat (FM) menerima laporan administrasi dari KKM mengenai Incash dan Inkind tersebut. Dalam hal ini fasilitator maupun konsultan tidak boleh melakukan pungutan apapun. Adapun tekhnis penyerahan pengerjaan, DC atau FM memberikan RAB kepada Pengusaha, yang disusun oleh KKM di tingkat desa, sementara Fasilitator Masyarakat (FM) hanya sebagai pendamping dalam penyusunan RAB tersebut,” terang Ketua Distric Consultant (DC) Kabupaten Garut.

 

Jurnalis : Agus. P
Editor : Rizky P

COMMENTS