Peduli Air, YSBI dan TNI Luncurkan “Kota 1000 Terang”

Peduli Air, YSBI dan TNI Luncurkan “Kota 1000 Terang”

Hadiri TKRN Relawan PMI, Mensos Sampaikan Kebersihan Sungai Citarum Harga Mati
Sesok Mayat Laki Laki Ditemukan Terbujur Kaku di Aliran Sungai Cikao
Terbukti Buang Limbah ke Sungai Citarum, Pabrik Pencelupan Benang di Majalaya Ditutup Paksa

Jabarzone.com, Soreang,  –  Yayasan Solusi Bersinar Indonesia (YSBI) bekerja sama dengan TNI hari ini menluncurkan “Kota 1000 Terang.” Salah satu programnya adalah mengajak peran serta masyarakat untuk peduli pada air  dengan menjadikan sungai Citarum bersih.

Pembina YSBI Fifi Rahardja menyatakan hal itu saat mencanangkan  “Kota 1000 Terang”, di Bale Rame, Soreang, Kabupaten Bandung,  Sabtu, 3 November 2018.  Ia menjelaskan maksud kata terang di program ini bukan terang listrik, melainkan  menjadikan masyarakat teredukasi untuk meningkatkan  keahlian,   kesadaran pada lingkungan hidup dan kesejahteraan.

“Program ini  mengajak peran serta masyarakat terlibat dalam 5 point utama yakni  pendidikan/pelatihan; kesehatan dan olah raga; kesenian dam kebudayaan; ekonomi pemberdayaan; dan lingkungan hidup,” terang Fifi  saat pencanangan program tersebut.

Menurut dia, program tersebut  terlaksana berkat dukungan Pentahelix yakni,  TNI, pengusaha, pemerintah provinsi dan kabupaten, masyarakat diwakili komunitas, dan akademisi.  Pada program kesenian dan budaya misalnya, ada program kompetisi film pendek dan fotografi tentang 1000 wajah Citarum.

Figi menjelaskan, masyarakat diajak  untuk melihat sisi positif dan negatif sungai itu. Positifnya,  ada air di Citarum yang  kotor luar biasa masih dipakai MCK, mandi, masak, mancing. Sisi negatifnya, kok masih ada warga yang mau pakai air sekotor itu.

“Karena itu, mari jadikan Sungai Citarum bersih agar lebih banyak mendapat sisi positif daripada negatif,” ujar Fifi.

Kalau memang air adalah sumber kehidupan, lanjut dia, mari kita rawat, jangan dirusak, jangan buang limbah ke sungai. Harus peduli kalau lihat sungainya kotor. “Hayuk bikin gerakan-gerakan yang baik untuk mewujudkan Citarum Harum,” ujarnya.

Lukisan dari bahan limbah karya seniman lukis Jelekong, Kabupaten Bandung.

Tak hanya itu, komunitas seni  Jelekong diminta  melukis dengan menggunakan bahan baku limbah.  “Ada lukisan dari tutup botol, unik dan menarik. Dari komunitas ini sudah terkumpul 1000 lebih lukisan,” kata Fifi.

YSBI juga menggagas Kakadung atau kakapalan Cikapundung. Programnya, mengajak pelajar SD hingga SMP kreatif  membuat mainan dari sampah. Hasilnya, Kakadung yang mereka buat kita ikutsertakan di kompetisi internasional di Singapura. Lalu program itu disosialisasikan   ke sekolah-sekolah, hasilnya terkumpul 1000 kakapalan dari sampah.

Kakadung, kakapalan Cikapundung buatan anak-anak.

Pangdam III/Siliwangi  Mayjen TNI Besar Harto Karyawan mengapresiasi apa yang dilakukan oleh YSBI dan pentahelix-nya. Ia optimis melalui  pelibatan peran serta masyarakat, maka program Citarum Harum bisa terwujud.

“Syaratnya, masyarakat kompak dan punya semangat untuk membenahi Sungai Citarum.Begitu juga  para pelaku industri untuk mereka benar-benar sadar untuk bisa mengendalikan limbah, saya yakin dua tahun bisa dilakukan (mengembalikan Sungai Citarum menjadi jernih),” kata dia Besar.

Fifi menambahkan, bersama pentahelix,serangkain program telah berjalan. Antara lain, pelatihan programmer tingkat advance untuk lulusan SMA, seperti  membuat aplikasi, game, hingga web. Tahap awal pelatihan dilakukan kepada  50 orang. Setelah  lulus, mereka wajib membagikan ilmunya kepada 20 orang lainnya. Sehingga total peserta programmer mencapai  1000 orang.  Di bidang olahraga, lanjut Fifi,  ada pelatihan sepak bola untuk anak-anak dengan metode internasional.

Menurut Fifi, hari ini,   pesta rakyat pun menjadi  puncak kegiatan dari  apa yang sudah dilakukan selama 6 bulan lalu. Misalnya, bazar yang digelar hari ini di Gedung Sabilulungan, nilai tukarnya menggunakan sampah. Pembeli dapat menukarkan 3 botol  bekas air mineral  dengan makanan atau membeli stik lampu dengan 5 botol bekas air mineral.

“Kalau ada yang  bawa sampah plastik dari rumah, kita  hargai  Rp 6000 per kg.  Dengan kupon senilai itu, mereka dapat kupon membeli sembako. Inilah gerakan kepedulian pada air sebagai sumber kehidupan kita hari ini dan di masa depan,” ucap Fifi. (Sae Djudira)

 

 

COMMENTS