Pemancar Stasiun Radio Malabar di Gunung Puntang Tempoe Doeloe

Pemancar Stasiun Radio Malabar di Gunung Puntang Tempoe Doeloe

Sejumlah Ruas Jalan di Kabupaten Bandung Kembali Terendam Banjir
Warung Kopi Priangan 457, Sensasi Ngopi Dipinggir Jalan, Harga Friendly Dapat Kopi Sekelas Kafe
Mengusung Tema Nyunda, Karta RW 01 Tarigu Banjaran Meriahkan HUT Kemerdekaan Ke 73 RI

Jabarzone.com, Banjaran – Pemancar stasiun Radio Malabar didirikan oleh dr de Groot pada Mei 1923 di zaman Hindia Belanda. Konon, stasiun ini memiliki antena yang digunakan untuk memancarkan sinyal radio memiliki panjang 2 kilometer, membentang di antara gunung Malabar dan Halimun dengan ketinggian dari dasar lembah mencapai 500 meter. Antena pemancar itu digunakan sebagai komunikasi langsung dengan pihak Belanda yang berjarak sekitar 12 ribu kilometer.

Letaknya yang dikelilingi pohon pinus dan berada sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut membuat bangunan itu menjadi tempat yang strategis untuk melakukan komunikasi pada zamannya.

Di antara puing-puing bangunan itu ada beberapa nama yang dahulunya bertugas menjalankan pemancar tersebut. Seperti Mr Han Moo Key, Mr Nelan, Mr Vallaken, Mr Bickman, Mr Hodskey, Ir Ong Keh Kong, serta masyarakat setempat. Kata “Halo Bandung” yang dijadikan lirik lagu oleh Ismail Marzuki juga berawal dari siaran stasiun Radio Malabar ini.

Kawasan Radio Malabar ini ditemukan seorang penduduk, Utay Muchtar, setelah bertahun-tahun tidak ada yang mengetahuinya. Saay ditemukan, bangunan stasiun radio ini tinggal puing-puing. Diperkirakan akibat serangan yang dilakukan Jepang, untuk merebut kekuasaan Belanda.

Letak Radio Malabar berada di wilayah Bandung Selatan, tepatnya di daerah Gunung Puntang, hingga sekarang bukti keberadaan Radio Malabar masih bisa kita nikmati, namun sayang bukti itu hanya tersisa puing-puing saja, dan sangat tidak terawat. Tidak banyak orang yang tahu tentang sejarah Radio Malabar tersebut, padahal itu merupakan sejarah bangsa Indonesia.

Gedung Malabar Tempoe Doeloe. Foto: dok.Ist

 

 

T-2/Ismet Humaedi/Berbagai sumber

01magazine.blogspot.co.id

Editor : Eko TW

 

COMMENTS