Persoalan Buruh dengan PT Dada Indonesia, Disnakertrans Purwakarta Siap Jadi Mediator

Persoalan Buruh dengan PT Dada Indonesia, Disnakertrans Purwakarta Siap Jadi Mediator

Ratusan Anggota FSPMI Unras Ke Pemda Purwakarta Agar Lakukan Kajian Terkait UMSK Tahun 2018
Dedi Mulyadi Tawarkan Solusi Terhadap Buruh Korban PHK di Purwakarta
Calon Bupati Maman: Pekerja Nggak Boleh Terpinggirkan

Jabarzone.com, Purwakarta – Terkait gejolak PT Dada Indonesia, yang sampai saat ini masih abu-abu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Purwakarta, Titov Firman siap jembatani buruh dengan perusahaan.

“Kita sudah mengundang pihak Perusahaan PT Dada Indonesia namun tidak ada yang hadir. Sehingga kami lakukan undangan kedua supaya menghadirkan Direktur PT Dada Indonesia, Mr Han bersama Tiga Serikat Pekerja, tetap sama tidak ada juga perkembangan,” ujar titov, saat ditemui diruang kerjanya, Jumat (2/11/2018).

Lajut dia, kami pihak pemerintah akhirnya menunggu kabar dari ketiga Serikat Pekerja kapan akan dilakukan pertemuan kembali tentang kejelasan terkait PT Dada Indonesia.

“Setelah saya menunggu beberapa hari berita kepada mereka kapan akan diadakan lagi pertemuan ternyata tiba-tiba ada pengumuman bahwa perusahaan sudah ditutup oleh pihak perusahaan. Jadi kami pihak pemda akhirnya kaget tanpa ada koordinasi sama sekali dari pihak perusahaan kepada pihak pemerintah daerah (Disnaker Kabupaten Purwakarta. Red),” ucapnya.

Titov menjelaskan, setelah adanya penutupan perusahaan, kemudian ada informasi bahwa pihak perusahaan sempat datang ke Disnaker. Mereka pihak perusahaan yakni HRD PT Dada Indonesia yang didampingi staf HRD selang beberapa menit juga datang Dirut PT Dada Indonesia Mr Han itu sekitar jam 2 Pada Rabu (31/10/2018) kemarin.

“Ketiga petinggi Perusahaan tersebut katanya telah melangsungkan pertemuan internal yang dipimpin oleh Ketua DPC SPSI Kabupaten Purwakarta, Agus Tambunan. Alhasil dari pertemuan tersebut bahwa pihak perusahaan akan membayar upah bulan oktober pada tgl 7 November dan besoknya (8/11/2018) pihak perusaahan akan melakukan pertemuan kembali guna membicarakan urusan pasangon Karyawan yang akan diwakili oleh para Ketua Serikat Pekerja PT Dada,” papar Titov.

Dan informasi ketiga yang terhimpun bahwa, lanjut dia, pihak perusahaan akan meminta izin kepada seluruh pekerja agar tidak melakukan kegiatan-kegiatan di PT Dada, karena mereka akan mempersiapkan untuk menghitung administrasi karyawan.

“Itu tidak sederhana karena banyak yang harus di rinci seperti uang transport uang makan, uang lembur dll. Mereka meminta kesempatan untuk bisa bekerja disana tapi ternyata masih saja ada yang melakukan aksi di perusahaan,” ujarnya

Sementara itu Titov, berharap, dengan kondisi seperti itu, pihak perusahaan sebetulnya sudah membuka jalan, bahwa pihak perusahaan menyatakan saya tidak akan kabur dan siap bertanggungjawab.

“Kita optimis aja bahwa mereka tidak akan kabur dan akan bertanggung jawab,” kata dia.

Perlu di ingat janji perusahaan bahwa tanggal 7 November akan membayar gaji dan uang makan, sedangkan 8 akan melakukan pertemuan kembali itu akan membicarakan berapa pesangon, berapa hutang dari perusahaan kepada pekerja itu tergantung negosiasi para buruh.

“Disnaker pada prinsip nya itu sudah urusan mereka tapi klo mereka meminta bantuan terhadap kami. Kami siap bantu namun kalau mereka mau berbicara interen juga silahkan,” kata dia.

Titov menambahkan, Langkah tegas pemerintah akan kejar mereka apabila madul dalam menyelesaikan permasalahan terhadapa pare pekerja.

“Tapi kalau kita lihat dari pertemuan kemari. Saya rasa pihak perusahan akan bertanggung jawab. Jika tidak ada realisasi untuk mengamankan gaji dan pasangon mereka pasti akan mengajukan ke jalur hukum untuk sita jaminan jadi barang bergerak dan tidak bergerak yang ada di PT Dada Indonesia akan dimintakan disita jaminan. Jadi mereka masih punya kekuatan dari hasil Sitaaan aset PT Dada Indonesia,” jelas Titov

Kadis berharap atas permasalahan ini pihak perusahaan segera membayar gajih dan pasangonnya sesuai ketentuan.

“Untuk para buruh kami mohon, berikan kenyamanan kepada pihak perusahaan untuk bekerja menyelesaikan penghitungan gaji, dan mempersiapkan peklaring untuk kepentingan para buruh. Pihak perusahaan akan bertanggung jawab,” pungkasnya. (Dego)

COMMENTS