Petani Kini Bisa Lega, Jelang Musim Tanam Petrokimia Gresik Pastikan Stok Pupuk Aman

Petani Kini Bisa Lega, Jelang Musim Tanam Petrokimia Gresik Pastikan Stok Pupuk Aman

Kapolri Pastikan Arus Mudik Tahun Ini Aman dan Lancar
Rapat Pleno Rekapitulasi Perhitungan Suara Di KPU Purwakarta Berlangsung Aman
Tips Aman Bermotor Saat Mudik Lebaran

Jabarzone.com, Tasikmalaya-
Manajer Humas PT Petrokimia Gresik, Muhammad Ihwan menyebutkan,
PT Petrokimia Gresik (PKG) memastikan stok pupuk aman jelang musim tanam di bulan Oktober 2018 dan secara nasional 1.105.934 ton.

“Untuk penyaluran pupuk di Tasikmalaya hingga 25 Oktober 2018 sebanyak 3.317 ton dengan rincian pupuk ZA 390 ton, SP-36 1.237 ton dan NPK Phonska 1.690 ton. Disimpan di Gudang Penyangga Petrokimia Gresik Awipari, Cibeureum Kota Tasikmalaya,” terang Muhammad Ihwan kepada wartawan termasuk Jabarzone.com saat Press convrence dalam tour Musim Tanam 2018 di Riverland Taman Wisata Karang Resik Kota Tasikmalaya, Kamis (25/10/2018) sore tadi.

Dikatakannya, pupuk sebanyak 1.1 juta ton itu disimpan di 305 gudang penyangga, dan kapasitas penyimpanan seluruh gudang 1.4 juta ton, sehingga sudah dipastikan seluruh gudang penuh. Jadi Petani bisa bernafas lega, tidak ada kelangkaan pupuk yang ada stokk pupuk di Jawa Barat khususnya Tasikmalaya dipastikan aman hingga maret 2019, katanya yang diamini Stap Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) Wilayah Tasikmalaya, Ciamis Banjar dan Pangandaran M.Fajar Ismail.

Ditambahkannya, untuk realisasi penyaluran pupuk per 1 Januari hingga 23 Oktober 2018 sudah 95 persen. Saat ini seluruh stok pupuk tersimpan di 305 gudang penyangga sebanyak 1.1 juta ton, padahal kapasitas penyimpanan diseluruh gudang tadi bisa mencapai 1.4 juta ton, sehingga hampir dipastikan gudang gudang yang ada saat ini terisi penuh.

Adapun untuk Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian No. 130/Permentan/SR.130/11/2014 Tanggal 27 November 2014; Urea Rp 1.800 per kilogram – Rp 90 ribu per karung, ZA Rp. 1.400 per kg – Rp 70 ribu per karung, SP-36 Rp 2.000 per kg – Rp 100 ribu per karung, Phonska Rp 2.300 per kg – Rp 115 ribu per karung dan Petroganik Rp 500 per kg – Rp 20 ribu per karung.

Bahkan Ihwan menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi di wilayah Jawa Barat khususnya Tasikmalaya aman seuruhnya dan jumlah stok tersebut akan bertambah sampai akhir tahun 2018 ini.

“Penambahan stok ini akan terus bertambah setiap harinya. Hal itu untuk memenuhi kebutuhan pupuk petani,” ungkap lelaki kelahiran Jogyakarta 1981.

Menurut Ihwan, pupuk bersubsidi ini diperuntukkan bagi petani yang tergabung dalam kelompok tani dan menyusun Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Sementara di lapangan, masih banyak petani yang belum tergabung dalam kelompok tani dan juga belum menyusun RDKK.

“Ketika petani mengeluhkan sulit mendapat pupuk dan harganya mahal, mungkin petani tidak tergabung dalam kelompok tani. Tapi bisa juga, alokasi habis dan belum ada upaya realokasi dari pemda. Makanya di lapangan banyak petani yang mengeluhkan mahalnya harga pupuk,” ujarnya.

Lebih lanjut diutarakan Ihwan, untuk menjamin distribusi pupuk bersubsidi, sudah ada pengawasan dari Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3). Jika terjadi penyelewenangan akan ditindak oleh KP3 yang terdiri pemerintah daerah, kepolisian dan kejaksaan.

“Distribusi pupuk bersubsidi sangat rawan penyelewengan karena selisih harga subsidi dan non subsidi cukup jauh. Makanya pengawasannya cukup ketat,”pungkasnya.

Jurnalis : Tono Efendi

COMMENTS