PKL kembali Berjualan Di Komplek Dadaha

PKL kembali Berjualan Di Komplek Dadaha

Plong, Proyek Penataan Taman Balekota Selesai Sesuai Target
Kisah Eko, Penjahit Bordir Manual Yang Tetap Bertahan di Jaman Modern
Plt Sekda Kota Perintahkan Tegur Tegas Pemborong Gorong Gorong Yang Membandel

Jabarzone.com, Tasikmalaya- Para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di lokasi Selter PKL Dadaha, lambat lain mulai meninggalkan Post nya. Satu demi satu mereka (red-PKL) mulai kembali berjualan di seputar kawasan komplek Dadaha. Dengan alasan sepi pembeli dan pengunjung minim.

Mereka lebih memilih berjualan diluar Selter PKL yang telah dibangun Pemkot Tasikmalaya sejak 2017 lalu.

Ny.Eros (60) salah satu penghuni setia Selter PKL Dadaha menuturkan kepada Jabarzone.com, kini pemilik kios yang saat itu berjumlah 143 PKL lambat lain mulai keluar dari area Selter PKL Dadaha, mereka lebih memilih berjualan kembali di lokasi lamanya diseputaran komplek Dadaha.

“Saat ini PKL yang masih berjualan di Selter paling sekitar 5 orang lagi, dan mereka keluar dari Selter ada beberapa alasan diantaranya dagangannya sepi tak ada pengunjung, bahkan ada yang menyebutkan diusir karena ada renovasi dan pembangunan Selter baru,” ungkap Eros.

Dari pantauan Jabarzone.com dilokasi, Rabu (21/11/2018), memang di area Selter Dadaha hanya ada sekitar 5 kios PKL yang masih bertahan berjualan ditempat itu.

Renovasi pembangunan lanjutan Selter PKL Dadaha ternyata banyak pihak yang menyesalkan, pembangunan Selter baru dianggap pemborosan alias manfaatnya kurang dirasa  oleh PKL.

“Dari pada membuat kembali Selter PKL dan membangun Toilet umum , lebih baik dimanfaatkan untuk fasilitas lainnya yang lebih manfaat dan mengundang para pengunjung untuk jajan di Selter PKL, seperti dibangun wahana permainan anak anak atau menggelar Live musik ,” ungkap Tommy salah satu pemerhati lingkungan tata kota kepada Jabarzone.com, Rabu (21/11/2018) siang tadi.

Menurut lelaki berambut gondrong itu menilai, proyek pembangunan lanjutan Selter PKL Dadaha ini dinilai tidak efektif dan terkesan pemborosan. Apalagi kini dibangun toilet toilet baru dan pagar pembatas dilokasi Selter PKL.

“PKL diarea Selter saat ini sudah corencang dan keluar berjualan kembali diluar dengan alasan sepi. Seharusnya Pemkot dapat memberikan solusi agar tempat ini bisa mengundang pengunjung dan ramai kembali sehingga PKL bisa semangat kembali berjualan ditempat ini, bukan malah menambah pembangunan Selter baru dan tempat toilet umum, ini pemborosan lebih baik dana APBD dimanfaatkan untuk fasilitas umum lainnya yang lebih terasa manfaat bagi PKL di Selter Dadaha,” katanya.

Bahkan Tommy mengaku, dirinya sempat mengungkapkan kritikan dan masukan dari PKL Dadaha kepada Walikota Tasikmalaya ketika itu, namun hingga kini belum ada realisasi sejak tahun 2017.

“Saya sempat berbicara dengan Pa Wakil Walikota saat itu terkait keinginan PKL Dadaha yang menginginkan sebuah wahana permainan dan hiburan rakyat yang bisa mengundang para pengunjung untuk meramaikan kembali PKL yang berada di Selter dadaha, tapi sejak selesai dibangun Selter tahun 2017, keinginan PKL belum terealisasi,” pungkasnya.

Jurnalis : Tono Efendi

COMMENTS