Rampak Genteng Jatiwangi, Yuk Dengar Suara Tanah

Rampak Genteng Jatiwangi, Yuk Dengar Suara Tanah

Makanan di “Roti Cane Gempol” Maknyuuss Banget, Sang Pemilik Beberkan Resepnya
Kency Production Akan Gelar Pemilihan Putra Putri Pantai 2018
Jurusan Kuliah Favorit Para Orang Terkaya di Dunia

Jabarzone.com, Majalengka — Tinggal tiga hari lagi  Rampak Genteng yang melibatkan 11 ribu orang peserta akan digelar di Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat. Ini pertunjukan music berbasis tanah liat, sebagai pembuka Festival Musik Keramik yang diselenggrakan oleh Jatiwangi art Factory (JaF) saban tiga tahun.

Daya pikat Rampak Genteng sejatinya bukan pada jumlah peserta. Meski kali ini, dengan 11 ribu orang, event ini pantas masuk guinness book of record. Apalagi Festival Musik Keramik merupakan yang pertama dan satu –satunya di dunia.

Bayangkan kemegahan di lahan bekas pabrik gula Jatiwangi, Minggu 11 Nopember nanti. Sebanyak  11.000 peserta, terdiri dari perampak genteng, peniup suling tanah, penabuh tambur, penari dan seniman  paduan suara menyuguhkan bakat terbaiknya.

Tentu bukan perkara mudah ‘memobilisasi’ 11 ribu orang, dengan peran masing – masing, agar tercipta harmoni. Itulah mengapa sejak  September lalu  para peserta dilatih di desa-desa dan sekolah-sekolah. Mereka harus tampil prima pada 11 Nopember nanti.

Rampak Genteng menjadi unik dan “bernilai” karena ini bukan sekadar pertunjukan music. Pihak penyelenggara menyebut gelaran ini  sebagai tradisi membunyikan tanah Jatiwangi. Ribuan warga membuat alat musik dari tanah liat, lalu membakarnya secara berjamaah dan memainkan dalam satu orkestra. Wowww.

Rampak Genteng adalah ekspresi keprihatinan atas terus merosotnya prosuksi geteng di Jatiwangi. Dalam sepuluh tahun terakhir banyak pabrik genteng gulung tikar, kalah bersaing dengan produsen atap rumah ‘modern’. Genteng Jatiwangi terancam punah.

“Festival ini menjadi salah satu cara untuk meneguhkan genteng sebagai identitas Jatiwangi,” demikian penegasan pihak penyelenggara.

Festival Musik Keramik pertama kali digelar pada  2012. Festival ini adalah ‘pesta’ tiga tahunan dan tahun diadakannya festival disebut sebagai Tahun Tanah.

Rampak Genteng pertama, pada 2012  melibatkan 1001 orang peserta lalu  pada 2015 diikuti 7000 orang peserta. Tahun ini, tak tanggung – tanggung, Rampak Genteng melibatkan 11 ribu orang.

Mereka berasal dari Jatiwangi dan sekitarnya dengan beragam latar belakang. Ada pelajar,mahasiswa, guru, dosen, buruh, polisi, pegawai negeri, tentara,ibu rumah tangga, anggota komunitas sepeda motor sampai anggota kelompok pecinta kopi.

“Sebagai wujud penghormatan kepada para pendahulu kebudayaan Jatiwangi kami persembahkan Rampak Genteng sebagai tanda istikomah yang tidak lekang oleh waktu,” demikian pernyataan pihak panitia. (Eni Saeni)

 

 

COMMENTS