Wawancara: Dana Hibah Kadin Rp1,7 Miliar Untuk Kembangkan Produk Unggulan?

Wawancara: Dana Hibah Kadin Rp1,7 Miliar Untuk Kembangkan Produk Unggulan?

Inilah Rundown Event Hallo Bandoeng-Netherlands Amateur Radio Fair 2018
Sudah 900 lebih Kades Ditangkap, Jokowi Minta Masyarakat Ikut Awasi Dana Desa
Pembangunan Masjid Terapung Al-Jabbar  Ditargetkan Kelar 2019

Ketua Kadin Jabar Tatan Pria Sudjana mengakui menerima dana hibah dari Pemprov Jabar Rp1,7 Miliar pada November 2019. Dengan dana tersebut, Kadin melakukan perjalanan dinas ke Korea dan Jepang. Dalam tempo dua bulan ke depan, selain melawat ke lur negeri, kegiatan apa saja  yang dilakukan oleh Kadin dengan dana sebesar itu. Berikut wawancara Jabarzone.com dengan Ketua Kadin Jabar Tatan Pria Sudjana via handphone pada Selasa, 10 Desember 2019:

Jabarzone.com (JZ): Benarkah anggaran Rp1,7 Miliar itu baru diterima 2 bulan lalu dan kegiatan apa saja yang sudah dan akan dilakukan oleh Kadin dengan dana tersebut?

Tatan: Benar

JZ: Benarkah anggaran itu dipakai untuk perjalanan dinas ke Korea dan apa yang dilakukan di sana, sekitar 4 sampai 5 anggota Kadin?

Tatan: Ya,  saya sebagai Ketua Kadin ingin kembangkan produk unggulan Jabar. Kita dapat bantuan, untuk merespon undangan dari pasar internasional, business matching. Kita kurasi produk unggulan Jabar, yang mampu masuk pasar nasional dan global. Kurasi ini terinspirasi dari negara maju, dimana produk olahannya bisa tembus pasar global, seperti Coca Cola, apel California, dan lain-lain. Kita ingin kopi, teh, fashion dan handycraft bisa tembus pasar nasional dan internasional, yang pada akhirnya untuk membangun kesejahteraan ekonomi daerah.

Ketua Kadin dalam lawatannya ke Korea awal November 2019. Foto: istimewa.

JZ: Kegiatan apa saja yang paling urgent dilakukan dengan dana hibah tersebut?

Tatan: Kegiatannya sesuai apa yang ada di judul kegiatan. Sebelum kita action, kita diskusi dengan inspektorat,  mulai dari kurasi, pelatihan sampai business matching.

JZ: Bagaimana transparansi penggunaan dana hibah yang notabene ini berasal dari APBD?

Tatan: Sangat transparan ke pihak dinas, inspektorat. Kegiatan kita sekarang, kumpulkan petani kopi di Jabar, Kadin select untuk di inline-kan dengan kebutuhan pasar dan kondisi di lapangan. Di sisi lain kita ekspor dengan harga murah, tapi ada impor juga. Dimana import itu bahan baku yang diekspor oleh kita. Oh ternyata masalahnya teknologi roasting, misalnya. Kenapa kita tidak tambah teknologi dan SDM.

JZ: Kegiatan apa saja yang sudah dilakukan dengan dana Rp 1,7 Miliar dalam 2 bulan?  

Tatan: Tematik unggulan, banyak kegiatannya, kita sebar ke semua tim.  Setiap yang terealisasi, yang terserap berapa, kita beres kegiatan, kita buat laporan pertanggung jawaban dengan pendampingan dari konsultan independen yang jelas.

JZ: Sudah terserap berapa persen penggunaan dana Rp1,7 Miliar itu?

Tatan: Saya belum menghitung secara keseculuruhan ada di tim, Kadin select masih roadshow ke daerah

JZ: Apakah Kadin tidak punya pemasukan sehingga harus meminta bantuan dari pemerintah seperti dana hibah ini?

Tatan: Masukan ada dari iuran KTA (Kartu Tanda Anggota), tapi itu hanya untuk operasional sekretariat. Untuk pengembangan produk unggulan daerah tematik, kita dari mana saja. Kadin, sebagai induk pelaku usaha, sudah seharusnya diberdayakan oleh seluruh stakeholder termasuk Pemerintah Daerah, baik dalam penganggaran maupun pengembangan potensi daerah. Pendapatan daerah itu asalnya dari pelaku usaha mulai dari UKM sampai IKM, termasuk pajak kendaraan. Kami ingin pendapatan ini dikembalikan untuk mengembangkan produk unggulan daerah.

JZ: Apakah dana hibah Rp1,7 Miliar itu diterima utuh oleh Kadin?

Tatan: Saya tidak pernah mau dana amanah ini dipotong oleh birokrasi. Saya pengusaha, saya tidak mau dikasih project oleh pemerintah, justru saya ingin berkontribusi kepada pemerintah, bukan mencari anggaran dari pemerintah. Hanya,  ini Kadin yang punya tanggung jawab mengembangkan potensi daerah, maka Pemerintah daerah harus menggandeng Kadin.

Penulis: Enisa Djudira

Foto: Istimewa

 

COMMENTS