Yayat Hidayat Menyayangkan Kenaikan Insentif Guru Honorer Tak Bisa Terealisasi

Yayat Hidayat Menyayangkan Kenaikan Insentif Guru Honorer Tak Bisa Terealisasi

Menikmati Sensasi Ngopi di Kedai Kopi 92 Soreang
BPBD Kirim Alat Berat untuk Bereskan Material Longsor di Jalan Raya Pengalengan
Terbukti Buang Limbah ke Sungai Citarum, Pabrik Pencelupan Benang di Majalaya Ditutup Paksa

Jabarzone. Usulan pemberian kenaikan insentif bagi guru honor, tata usaha, dan operator non PNS se-Kabupaten Bandung akhir gagal teralisasi. Padahal hal itu sudah disepakati dalam pembahasan Kebijaksanaan Anggaran Sementara (KUA PPAAS) tahun 2019.

Bahkan menurut Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Yayat Hidayat, kenaikan insentif guru honor sudah teranggarkan, tapi terganjal oleh regulasi maka ribuan guru honor terpaksa harus mengelus dada. Ia sangat menyayangkan hasil itu karena sejak awal pihak terkait tidak menyertakan regulasi yang menaungi usulan tersebut.

“Awalnya sudah teranggarkan insentif tiap guru honorer sebesar Rp 500 ribu per bulan dalam rapat pembahasan APBD 2019. Namun hal itu tidak dapat terealisasi karena pihak Disdik terganjal dengan aturan regulasi yang tidak bisa menaunginya,” ujar Yayat kepada jabarzone, Senin (3/12/).

Politisi Partai Gerindra itu juga menyayangkan atas kondisi tersebut. “Sangat disayangkan sekali, karena kesiapan regulasi yang tidak disiapkan dari awal sehingga guru honor baik yang negeri maupun swasta dibawah yayasan belum bisa menerima insentif dari pemerintah kabupaten Bandung,” ungkapnya.

Namun demikian, kata Yayat, DPRD Kabupaten Bandung akan berusaha memperjuangan kenaikan insentif bagi guru honor, TU dan juga operator non PNS.

Dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Sementara (KUA PPAS) tahun 2019 terhadap kenaikan insentif guru honorer dan tata usaha, operator non PNS se-Kabupaten Bandung, disepakati untuk dinaikan dari Rp 31 miliar menjadi Rp 92 miliar untuk 15 ribu orang.

(etw)

COMMENTS